Daerah

Lakpesdam NU Harus Melakukan Tapa Brata

NU Online  ·  Senin, 27 Agustus 2018 | 19:27 WIB

Bandung, NU Online
Budayawan Acep Iwan Saidi memberi masukan agar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa barat, tidak terlibat hiruk-pikuk memperbincangkan Islam permukaan yang bernuansa politis.  

Menurut dia, menarik diri dari situasi itu adalah dengan tapa brata. Dalam konsep Jawa, tapa brata bukan mengundurkan diri, justru menyusun kekuatan.

"Menarik diri dari keramaian sebetulnya sedang menyusun kekuatan lain. Maka Lakpesdam suatu lembaga yang memang konsen di wilayah riset harus masuk ke dalam wilayah tapa brata itu," katanya pada diskusi bulanan Lakpesdam PWNU Jabar di kediaman Enjang AS, Cibiri, Kota Bandung, Ahad (26/8). 

Iwan menjelaskan, tapa brata dalam situasi sekarang ini adalah punya keberanian memilih jalan senyap di dalam berkarya, seperti melakukan riset atau menerbitkan jurnal.

"Kajian dan jurnal memang dilakukan kampus-kampus, tapi formalistik, sangat formalistik. Pada saat yang sama, kampus mewajibkan untuk riset, tapi pada saat yang sama pula untuk hal formal saja, untuk kenaikan pangkat, dan enggak pernah bunyi karena itu dilakukkan  semata-mata pada tingkat materialistik. Pada tingkat wacana kita tidak punya," jelasnya. 

Sementara media online, lanjut pakar semiotika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini kebanyakan mengungkap yang sifatnya permukaan. (Abdullah Alawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang