Lima Kiat NU Care Konawe Gait Minat Warga dalam Gerakan Koin
NU Online · Ahad, 17 Oktober 2021 | 06:00 WIB
Kader di setiap tingkatan disediakan lapangan untuk bergerak dan berinteraksi dengan masyarakat. (Foto: LAZISNU Konawe)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Terdapat lima langkah yang digunakan pengurus NU Care-LAZISNU Kabupaten Konawe guna menarik minat warga dalam gerakan Kotak Infak (Koin) NU.
Pada acara Ngaji Filantropi LAZISNU Dunia, Jumat (15/10/2021), Ketua NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulma (LAZISNU) Kabupaten Konawe, Muhammad Agus SR membeberkan, yang pertama adalah penyediaan lapangan kepada kader.
"Kader di setiap tingkatan disediakan lapangan untuk bergerak dan berinteraksi dengan masyarakat. Untuk mengelola gerakan Koin NU ini, disebutkan sebanyak 18 pengurus di setiap ranting disiapkan setiap desa. Dengan pembagian tiga orang per desa guna mendata, mensosialisasikan, sekaligus menarik Koin NU," kata Agus.
Kedua, sebutnya, membangun komunikasi. Berkomunikasi terkait kendala di masing-masing desa, karena tentunya antara desa A dan B memiliki kompleksitas yang berbeda. "Yang paling penting adalah kita pengurus MWC dan PC jangan putus komunikasi dengan pasukan kita yang ada di lapangan," terang Muhammad Agus.
Ketiga, membangun sistem koordinasi. Selain komunikasi, melakukan koordinasi juga dilakukan terus menerus. Karena luasnya daerang cangkupan di Konawewe, jadwal koordinasi terbagi minimal seminggu sekali. "Nah, ini mempunyai tugas terkait masalah dan perkembangan yang ada di masing-masing ranting dan MWC," bebernya.
Keempat, membangun kebersamaan. Tanpa adanya kebersamaan, ujar Muhammad Agus, gerakan satu koin sehari ini tidak akan sukses.
Kelima, profesional dan proporsional. NU Care-LAZISNU Konawe, sebutnya, berupaya keras menjaga transparansi kepada warga. Beberapa upaya dilakukan seperti membuat laporan per bulan dan dilaporkan secara berjenjang. Menurutnya, dengan melakukan transparasi tersebut, para donatur akan lebih percaya dan yakin dengan gerakan filantropi tersebut.
"Yang tadinya bulan ini lima ribu, alhamdulilah dengan adanya ini, setiap bulan naiknya sangat signifikan. Sampai 30 persen setiap bulannya untuk pendapatan Koin NU yang ada di Konawe," paparnya.
Data terakhir yang diperoleh menyebutkan bahwa sebanyak 42 desa turut berpartisipasi pada program. Hasil antusiasme masyarakat Kabupaten Konawe tersebut 90 persennya digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan di sana.
Terkait perkembangnya tersebut, Muhammad Agus menjelaskan pelaksanaan program Koin NU yang disosialisasikan kepada masyarakat telah sepenuhnya melewati proses perencanaan yang matang. Perencanaan matang tersebut ditujukan guna membangun minat dan kepercayaan Nahdliyin pada program Koin NU.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua