Ma'arif-Pergunu Diminta Kembangkan Madrasah di Solo
NU Online Ā· Rabu, 2 Januari 2013 | 03:08 WIB
Solo, NU Online
Lembaga Pendidikan Maāarif dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta mengembangkan madrasah di Solo. Demikian disampaikan Ketua Tanfidiyah PCNU Surakarta A Helmi Sakdillah dalam acara lailatul ijtimaā PCNU Surakarta Selasa (1/1) malam.<>
Helmi Sakdillah menegaskan betapa pentingnya sebuah madrasah bagi NU. āNU Solo harus mempunyai madrasah!ā kata Helmi di depan perwakilan dari pengurus MWC Se-Solo.
āHal ini juga tergantung dari kesiapan Maāarif dan Pergunu. Ada gayung mau disambut atau tidak?ā lanjutnya.
Selama ini Kota Surakarta atau Solo yang dianggap sebagai salah satu kota yang maju dalam hal pendidikan, namun tidak begitu dengan NU-nya. Dengan memiliki 5 MWC dan ditopang oleh 51 ranting yang ada di bawahnya, namun anehnya belum ada satupun madrasah yang dimiliki oleh NU Solo. Hal ini yang menjadi keprihatinan para pengurus NU Solo saat ini.
Sedangkan menurut Sekretaris NU Solo, Martanto, dia mengutip perkataan dari salah satu pengurus PBNU, Slamet Effendi Yusuf, āNU tidak akan hidup (maju) bila tidak mempunyai madrasah.ā Ia membayangkan betapa luar biasa NU Solo bila memiliki madrasah. āMembuat 1 madrasah NU Solo, itu sama bandinganya dengan 10 madrasah di daerah Jombang atau Kediri misalnya.ā
Dalam pertemuan rutin yang diselenggarakan di kantor sekretariat PCNU Solo tersebut, juga disampaikan masalah pengaktifan ranting-ranting. Juga disinggung sedikit mengenai perkembangan kans ketua PCNU Solo yang tengah ikut dalam bursa pencalonan Wakil Walikota Surakarta.
Peserta yang hadir, selain dari perwakilan pengurus MWC atau ranting, juga tampak hadir dari pewakilan GP Ansor, Banser, PMII dan elemen NU lainnya. Usai pembacaan istighosah dan tahlil pada pembukaan acara, para peserta dipersilakan untuk memberikan pertanyaan atau masukan mengenai perkembangan yang terjadi, baik di internal NU Solo maupun yang terjadi di dunia luar.
Redaktur Ā Ā : A. Khoirul Anam
Kontributor: Ajie Najmuddin
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua