Mohammad Nuh Sampaikan Kuliah Umum di UIM
NU Online · Selasa, 2 Juni 2015 | 05:01 WIB
Makassar, NU Online
Kader NU yang juga Mendikbud RI periode 2009-2014 dan Guru Besar Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya Prof Dr H Mohammad Nuh memberikan kuliah umum dihadapan civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM), Senin (1/6).<>
Kedatangan Mohammad Nuh ke Universitas Islam Makassar dalam rangka silaturrahim bersama Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, civitas akademika dan ribuan mahasiswa UIM.
Rektor Universitas Islam Makassar Dr Majdah M Zain, MSi menuturkan dihadapan Mohammad Nuh tentang capaian-capaian prestasi UIM, baik dari sisi kualitas akademik maupun pemenuhan sarana dan prasarana perkuliahan.
Kemudian Majdah juga mengungkapkan terima kasih atas segala motivasi dan dukungan Mohammad Nuh sewaktu masih menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional RI kala itu.
Prof Mohammad Nuh mengungkapkan dihadapan civitas akademika UIM, kenangan 4 (empat) tahun lalu, sewaktu mengunjungi UIM pada waktu itu, saat ini banyak sekali kemajuan UIM yang telah dicapai, hal ini berkat kerja sama Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Yayasan, dan Civitas Akademika UIM.
“Dewasa ini berkat kemajuannya, UIM telah menjadi pelopor perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Indonesia Timur,” ujarnya.
Usia NU yang saat ini memasuki 89 tahun, lanjut M Nuh, NU sudah hampir memasuki 1 (satu) abad artinya UIM musti menyiapkan diri menyonsong 1 abad NU dengan memperbaiki kualitas pendidikannya, setelah UIM meraih akreditasi institusi B dan pembangunan infrastruktur yang begitu pesat.
“Maka saat ini UIM harus menyiapkan 3 hal yakni, Pertama, UIM tidak hanya menyiapkan alumni yang cerdas, tetapi juga menyiapkan alumni yang berakhlak mulia,” jelasnya.
Kedua, tambahnya, UIM tidak cukup menghasilkan alumni yang jujur, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa, UIM harus memberikan kepada mahasiswanya skill atau kreativitas, keterampilan berwirausaha. “Dan ketiga, selain kreativitas dan skil, UIM harus menghasilkan alumni yang mampu memecahkan persoalan yang kompleks atau mampu berpikir kompleks,” tegasnya dihadapan mahasiswa UIM.
Tampak hadir dalam silaturahim ini Wakil Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Prof Dr A Rahman Idrus, Sekretaris NU Sulsel Prof Dr Arfin Hamid, Wakil Rektor I Dr Musdalifah Mahmud, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, Wakil Rektor III Dr Rahim Sanjata, Wakil Rektor IV Dr Nur Taufiq Sanusi, dan para dekan se-Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua