Jepara, NU Online
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Jepara, H Mashudi Mengungkap fenomena gerakan Islam di kabupaten Jepara di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (14/9) siang.
<>
Hal itu sebagaimana pertanyaan yang dilontarkan Miftahul Huda, Ketua PAC IPNU Bangsri dalam seminar “Meneguhkan Ideologi Aswaja Demi Tetap Tegaknya NKRI” yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU kabupaten Jepara.
Menurut Mashudi di kota ukir tepatnya di desa Tiga Juru Mayong ada aliran Margosabdo. “Aliran ini menyatakan agama tidak perlu ditulis di KTP. Ajaran lainnya, pengikut Margosabdo yang meninggal dunia tidak boleh dimakamkan di kuburan orang Islam,” sebut Ketua ISNU kabupaten Jepara
itu.
Di tanah kelahiran Kartini, lanjutnya juga ada Majelis Tafsir Al-Quran (MTA). Pihaknya sering menjalin komunikasi dengan aliran yang berbasis di Solo tersebut. MUI menyambut positif aliran tersebut namun siaran radio yang risih di telinga masyarakat, diimbau tidak boleh ditayangkan lagi.
MUI, lanjut pengasuh pesantren Ummul Quro Pecangaan itu juga sering berkomunikasi dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). “Kami welcome terhadap aliran apapun sepanjang ideologinya tidak merongrong akidah yang lain,” tegas Mashudi.
Kepada Pemeritah Daerah ia meminta kajian-kajian keagamaan yang pernah eksis dihidupkan kembali semisal miliknya kantor kejaksaan bernama Penganut Aliran Kepercayaan (Pakem).
Dengan itu, ia yakin terjalin komunikasi erat antar aliran-aliran Islam. Disamping itu kepada ratusan kader IPNU-IPPNU perlu penguatan ideologi. Agar saat di luar, ideologinya sudah bulat dan tidak mudah dirongrong aliran apa pun. (Syaiful Mustaqim/Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua