Muslimat-Fatayat Ikuti Sosialisasi Trafficking
NU Online · Jumat, 15 Agustus 2014 | 09:01 WIB
Probolinggo, NU Online
Sedikitnya 150 warga Muslimat dan Fatayat NU se Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo menggelar istighotsah dan pengajian umum, Kamis (14/8). Dalam kesempatan itu mereka juga mengikuti sosialisasi pencegahan perdagangan orang atau trafficking dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Probolinggo.<>
Kegiatan yang mengambil tema “Keluarga Sakinah” tersebut dihadiri oleh Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj. Endang Astuti, Camat Krejengan Sugeng Wiyanto dan Ketua Tanfidziyah MWCNU Krejengan Muhammad.
Istighotsah sendiri dipimpin oleh Hj. Sholehah Zain dari MUI Kabupaten Probolinggo. Di dalamnya juga diisi sosialisasi pencegahan trafficking demi menciptakan keluarga harmonis dan sakinah oleh Dosen Institute Agama Islam Zainul Hasan Genggong Hj. Mahtumah.
Kepala BPPKB Kabupaten Probolinggo Hj. Endang Astuti mengungkapkan bahwa pendidikan sangat penting diberikan kepada anak agar tidak terjadi perceraian. Apalagi Pemerintah sudah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun. Sehingga tidak ada anak yang dinikahkan pada usia 12 tahun.
“Sekolahkan anak-anak kita hingga jenjang yang tinggi. Jangan sampai putrinya nikah pada usia dini, karena angka perceraiannya sangat tinggi. Dengan demikian banyak bayi yang lahir kurang dari 2,5 kg sehingga angka kematian bayi tinggi yang akan berdampak kepada umur harapan hidup,” ungkapnya.
Endang mengharapkan agar para anggota Muslimat dan Fatayat NU memahami akan pentingnya pendidikan. “Jika pendidikannya tinggi, maka pengetahuan terhadap kesehatan juga tinggi. Dengan demikian angka pengangguran akan berkurang dan trafficking bisa dicegah. Sebab trafficking muncul karena minimnya lapangan pekerjaan,” jelasnya.
Sedangkan Dosen IAI Zainul Hasan Genggong Hj. Mahtumah menegaskan, kebahagiaan tidak hanya dilihat dari materi, namun untuk mencapai kebahagiaan manusia juga harus mencari rezeki. Sedangkan untuk mencari rezeki manusia harus punya ilmu yang memadai.
“Salah satu penyebab angka trafficking tinggi karena banyak masyarakat yang tidak mengurus akte kelahiran anaknya, rendahnya SDM dan kesulitan lapangan pekerjaan. Untuk mencegah trafficking, anak harus cerdas dan dibekali dengan keterampilan,” ungkapnya.
Menurut Mahtumah, untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki manusia harus punya ilmu yang cukup dan iman yang kuat. Hal ini dikarenakan kaum perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam mencegah trafficking.
“Sebagai ibu rumah tangga, kaum perempuan harus memberi contoh yang baik dalam keluarga. Contoh tersebut harus dimulai dari diri sendiri dan ditularkan kepada suami sehingga nantinya dapat diikuti oleh anak,” jelasnya.
Mahtumah menjelaskan bahwa dalam agama disebutkan peran perempuan itu sangat besar. Bahkan dikatakan pula jika perempuan itu tiang negara. “Kalau perempuan itu baik, maka pemerintahan juga akan ikut baik. Tetapi jika perempuan rusak, maka pemerintahannya juga akan ikut rusak,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua