NU Boven Digoel Papua Miliki Pendekar Pagar Nusa
NU Online Ā· Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:15 WIB
Boven Digoel, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) BovelĀ Digoel, Provinsi Papua, KiaiĀ Sumadi Riyanto meresmikan Pencak Silat NU Pagar Nusa Cabang Boven Digoel, Selasa (9/9/2022). Peresmian turut dihadiri segenap pengurus PCNU, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), para sesepuh dan warga masyarakat kampung Asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel.āāāāāāā
Dalam sambutannya, Ketua PCNUĀ menceritakan filosofi dan sejarah berdirinya Pagar Nusa sejak tahun 1986 Masehi atau 1406 HijriahĀ di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur. Kala itu KHĀ Abdulloh Maksum Jauhari sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum pertama. Pagar Nusa dapat berkembang hingga sekarang.
Baca Juga
Gus Maksum, Sang Pendekar Pagar Nusa
"Pagar Nusa adalah khasanah budaya bangsa yang luhur, senantiasa menjadi pagar/pelindung bagi organisasi Nahdlatul Ulama dan bangsa Indonesia," ujar PengasuhĀ Yayasan Nurush Shobahya.
"Mari pupuk rasa persaudaraan, persatuan, cinta damai, serta bersikap dan bertindak sesuai tuntunan Rasulullah SAW dan nasihat para kyai kita dalam menjaga Nusantara sebagai rumah besar kita bersama," ajak Kiai SumadiĀ Riyanto.
Sementara itu Rais Syuriyah PCNU Boven Digoel KHĀ Hamid memberikan wejangan kepada generasi Pagar Nusa yang baru dibentuk tersebut.
Menurutnya pendekar Pagar Nusa harus berusaha sebaik mungkin memperindah diri dengan akhlakul karimah. Hal itu sebagai wujud dari taqarub ilallahĀ (mendekatkan diri kepada Allah).
"Melalui kepedulian melestarikan dan menjaga jalannya aktivitas dakwah dan ibadah Nahdliyin seperti manaqiban dan istighosah dan lain-lain," ungkapnya.
āāāāāāā
Diharapkan dengan langkah itu dapat menjadi salah satu wasilah menuju surga.
"Dan ingatlah, pahamilah bahwasannya semua anugrah, kemampuan yang Allah berikan bukan untuk menjauhi Allah. Namun, sebaliknya semua kemenangan dan pencapaian dalam khidmat kita kepada masyarakat semata-mata merupakan peparing (pemberian) Allah. Tiada yang dapat mengalahkan kecuali pertolongan dari Allah,"Ā tandasnya.
Dengan terbentuknya Pagar Nusa di Kabupaten Boven Digoel, besar harapan masyarakat di sana dapat merasakan kiprah mereka. Pagar Nusa juga sekaligus sebagai wadah olah raga dan seni bela diri warisan para wali dalam mengawal program dan paham Aswaja Anahdliyah di bumi Papua.
Sebagai catatan, seiring berkembangnya pergerakan dakwah yang dilakukan PCNU Kabupaten Boven Digoel Papua, berbagai dinamika terjadi dan telah dilalui. Tradisi NU tetap dipelihara sebagai pedoman dalam menunaikan beribadah mahdhah dan bermuamalah. Langkah yang sudah dilakukan sebelumnya adalah mendirikan masjid, sekolah, koperasi, pondok pesantren dan melaksanakan rutinan yasin dan tahlil sebagai wadah pemersatu masyarakat.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua