Solo, NU Online
Setiap momentum peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia, seruan kata “Merdeka!” sering diucapkan dalam setiap kesempatan. Kata ini pula yang menjadi semacam mantra semangat, bagi para pejuang dan pahlawan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
<>
Kata tersebut memiliki makna luas. Menurut Pengasuh Majelis Ar-Raudhah Solo, Habib Noval bin Muhammad Al-Idrus, merdeka! ini tidak hanya menjadi seruan pemberi semangat semata. Tetapi lebih dari itu, bermakna syukur kepada Allah swt. atas karunia kemerdekaan.
“Ucapan Merdeka! itu bersyukur. Meskipun wujudnya kata merdeka! tapi Allah tahu itu merupakan salah satu wujud syukur,” terang dia, belum lama ini (9/8), dalam sebuah pengajian akbar di Kota Solo.
Hal tersebut, lanjut Habib Noval, didasarkan pada perintah Allah di dalam surah ad-Duha ayat 11: Fa amma bini’mati robbika fahaddist, agar kita bersyukur atas ni’mat yang diberikan-Nya.
Ditambahkan, selain bermakna syukur, kata merdeka! juga dapat bermakna zikir. “Jadi njenengan teriak merdeka! itu zikir, Allahuakbar itu ya dzikir. Dzikir itu bermacam-macam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua