Pembentukan Pagar Nusa di Empat Daerah Diharapkan Jadi Prioritas
NU Online · Selasa, 19 Mei 2015 | 10:30 WIB
Semarang, NU Online
Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, ada empat daerah yang belum ada kepengurusan cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa. Empat daerah tersebut adalah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Purbalingga.<>
Hal itu dilaporkan oleh Ketua Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa Jateng periode 2009-2014 H Sulatin dalam Konferwil II PSNU Pagar Nusa Jateng di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5) lalu.
Ia mengakui hal itu sebagai utang kepengurusan yang dia pimpin. Karena itu Sulatin mengharap pengurus baru periode 2015-2020 yang terbentuk memprioritaskan pembentukan pimpincan cabang di empat daerah tersebut.
“Empat daerah yang belum ada kepengurusan Pagar Nusa itu justru basis NU. Pengurus baru nanti perlu memprioritaskan hal itu segera,” tuturnya saat membuka sidang.
Dia menerangkan, belum adanya kepengurusan di empat daerah tersebut bukan karena tidak ada pendekar Pagar Nusa. Tetapi karena pengurus lama sudah tidak aktif karena faktor usia tua dan ada yang telah meninggal dunia, tetapi belum ada penggantinya.
Karena itulah ia mengharap Pengurus Cabang NU (PCNU) di empat daerah tersebut membantu memfasilitasi pembentukan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa.
Adem Ayem
Sementara itu Konferensi Wilayah II Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah berlangsung adem-ayem saja. Tak ada kasak-kusuk pencalonan. Tak ada gerakan melobi peserta konferensi untuk mencari dukungan.
Konferensi yang berlangsug di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis-Jumat (14-15/5) lalu menetapkan Heru Harun Supriyanto secara aklamasi Sebagai pemimpin Pagar Nusa Jateng yang baru untuk periode 2015-2020. (Muhammad Ichwan/Anam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
Terkini
Lihat Semua