Penyair Pesantren Tolak Ideologi Khilafah dengan Sastra
NU Online Ā· Selasa, 8 Mei 2018 | 08:30 WIB
Inilah puisi yang berjdulu Terbang tersebut
Aku butuh terbangĀ
Untuk memainkan nazam hulasah alfiyah
Aku tabuh terbang
Demi dibak terasa lezatnya
Angan terbang menuju hariba rabbi
Aku butuh terbang
Angan melayang hingga nirwana
Seirama dawai mantera puisi yang aku rangkai
Bahwa negeri ini negeri indah
Mata hari membelah bumi menjadi katulistiwa
Negeri rahmatĀ
Berterbangan ingatan menjadi luapan lupa
Lupa yang menguap bersama panas dendam
Menjadi awan amarahĀ
Menggumpal di angkasa mendung tebal ampunan
Seketika hujan rahmat turun deras membasahi jiwa jiwa katulistiwa
Menumbuhkan keindahan beraneka ragam warna
Agama suku bahasa menjadi Indonesia
Aku terbangkan niat
Bersama aku sadari takdir
Akulah Indonesia
Menjadi Indonesia
Banggaku bersama kehendak tuhan
Aku telan kullu hizbin bima lazaihim farihun
Sebagai obat kuat mempertahankan negeriku
Tak urusan dngan apa saja
Aku biarkan para koswah kulub
Leleh oleh panas hati memandang aku berindonesia
Dengan bualan khilafah
Yang mereka bungkus agama
Khilafah bukan agama
Sama seperti Indonesia bukan agama
Tetapi adalah negara
Jangan rebut negeri kamiĀ
Sebab aku yang terlanjur Indonesia
Akulah barigade
Perobek merah putihĀ
Akan aku koyak dada merekaĀ
Dada yang penuh sesak amrad qulub
Dada yang busukĀ
Tak rela menyaksikan aku adalah Indonesia
Sakit hati dengar kabarĀ
Aku yang Indonesia ternyata pemeluk agamaĀ
Taat melebihi kira sangka buruknya
Aku yang Indonesia
Membumikan kalam tuhan menjadi tarikan nafas
Jangankan koar koar
Apa saja seluruhnya agama
Rupaku yang Indonesia
Tak sejelek hatiku
Akulah Indonesia
Tak satupun nabi atau sahabat adalah Indonesia
Akulah Indonesia
Doa nabi bersama orang orang miskin
Akulah Indonesia
Miskin rupa
Miskin tinggi badan
Miskin bentuk tubuh
Bersemyam didalamnya ahlak karimah
Tumbuh dari merendah
Sebab memang tidak tinggi
Lahir dari merasa jelek
Sebab tak ada kesempurnaan lahiriyah
Indoesia banggaku berbangsa Indonesia
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua