Jember, NU OnlineĀ
Angka perceraian di Jember, Jawa Timur yang cukup tinggi, agak mencemaskan. Sebab, perceraian bukan cuma menyangkut putusnya hubungan dua manusia berlainan jenis, tapi juga melibatkan dua keluarga besar. Ā Hampir semua perceraian, juga memutus tali persaudaraan dua keluarga besar yang terikat hubungan perbesanan.Ā
Ā
āKalau pasangan nikah sudah cerai, hubungan antara besan juga renggang, bahkan tak saling tegur hingga beberapa tahun lamanya. Belum lagi anaknya (jika punya) Ā tentu juga terkena dampak dari perceraian Ā orang tuanya,ā ucap Ketua Pengurus Cabang (PC) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jember, Subakri. Hal tersebut disampaikannya di sela-sela Bimbingan Perkawinan Pra Nikah bagi Calon Pengantin Angkatan LII Tahun 2019 di aula kantor PCNU Jember, Sabtu (7/12).
Ā
Menurutnya, angka peceraian di Jember cukup fantastis, yaitu terbesar ketiga se-Indonesia. Dikatakannya, banyak faktor yang menyebabkan pasangan nikah memilih jalan cerai. Salah satunya karena faktor ekonomi. Sulitnya ekonomi kadang menjadi kendala lestarinya pernikahan.
Ā
āBagi pasangan yang tidak tahan, tidak sabar, biasanya faktor ekonomi sering membuat pasangan suami istri bertengkar, hingga akhirnya cerai. Padahal, kesulitan ekonomi sudah biasa dalam hidup berumah tangga,ā urainya.
Ā
Sedangkan faktor lain adalah Ā belum siapnya hidup bersama dalam mengarungi kehidupan baru. Untuk itu, di dalam Bimwin (bimbingan perkawinan) tersebut para calon pengantin diberikan pemahaman soal lika-liku berumah tangga. Katanya, dalam mengarungi hidup baru, pasangan suami istri jangan hanya membayangkan manisnya, tapi juga memahami sisi pahitnya yang kemungkinan akan terjadi.Ā
Ā
āKalau sudah memahami bahwa perkawinan itu tidak selalu manis, mungkin tidak kaget saat terjadi kesulitan, pahit dan sebagainya,ā lanjut dosen IAIN Jember tersebut.
Ā
Subakri menegaskan bahwa LKKNU tidak sekadar menyelenggarakan Bimwin, tapi juga akan memberikan pendampingan Ā bagi keluarga yang bermasalah Ā sekaligus melayani konsultasi keluarga.Ā
Ā
āKenapa langgengnya perkawinan itu penting? Sebab di situlah bibit-bibit generasi muda harapan bangsa dilahirkan,ā tambahnya.
Ā
Rumah tangga yang sakinah, tentu merupakan modal penting untuk mendidik anak-anaknya. Dari situlah, anak dicerdaskan dengan ilmu, dididik dengan akhlakul karimah, dan digodok dengan karakter yang terpuji.
Ā
āItulah sebabnya mengapa rumah tangga yang kokoh itu penting bagi sebuah negara,ā pungkasnya.
Ā
Acara tersebut dihelat LKKNU Jember bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jember.
Ā
Pewarta: Aryudi ARĀ
Editor: Ibnu Nawawi
Ā