Daerah

Pergumulan NU dan Kesundaan Belum Digali Mendalam

NU Online  ·  Senin, 27 Agustus 2018 | 10:00 WIB

Bandung, NU Online 
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Barat Asep Salahudin mengatakan, hubungan NU dengan kesundaan belum digali lebih dalam; misalnya dari sisi sejarah, kebudayaan, keormasan, sosial, dan lainnya. Padahal itu sangat menarik dan penting dilakukan.

Penggalian hubungan NU dan kesundaan, lanjutnya, perlu dilakukan di tengah NU yang saat ini sedang mengusung Islam Nusantara sejak Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur pada 2015. 

“Islam Nusantara kalau dibongkar, isinya adalah Islam Sunda, Jawa dan lainnya. Terkait juga dengan konsep para wali,” katanya pada diskusi rutin Lakpesdam NU Jawa Barat yang berlangsung di kediaman Enjang AS, Cibiru, Kota Bandung, Ahad (26/8).  

Jika tidak dilakukan, akan terjadi ketimpangan sebab Islam Nusantara harus diisi dengan menampilkan gaya berislaman yang ada di Nusantara  

“Cukup lama tidak punya media untuk memotret NU dan kesundaan. NU yang mayoritas di Jawa Barat, tapi tak punya media yang representatif,” lanjut penullis produktif kelahiran Garut ini. 

Sebab itulah, lanjutnya, Lakpesdam NU Jawa Barat mengadakan kajian rutin tentang NU dan kesundaan, kemudian didokumentasikan dalam bentuk jurnal. (Abdullah Alawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang