Problem Ekonomi Akibat Covid-19 Harus Dituntaskan
NU Online Ā· Senin, 20 April 2020 | 18:00 WIB
Salah seorang Pengurus Komisariat PMII STIE Mandala Jember tengah mengikuti Diskusi Online tentang dampak Covid-29 terhadap pertumbuhan ekonomi. (Foto: NU Online/Aryudi AR)
Aryudi A Razaq
Kontributor
Virus Corona atau Covid-19 tak ubahnya bagai cerita horor yang cukup menakutkan. Ia menjelma sebagai momok yang menghunjam kegundahan di tengah-tengah masyarakat. Namun belakangan bukan hanya fisik penyakitnya yang ditakutkan tapi efek berantai yang ditimbulkan akibat kebijakan pemerintah terkait upaya pencegahan Corona, juga mengkhawatirkan.
Salah satu efek yang paling dikhawatirkan adalah terkait dengan perputaran roda ekonomi. Mau tidak mau dengan penerapan status darurat Corona, apalagi sampai pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), maka tentu akan menyebabkan tersumbatnya sirkulasi ekonomi masyarakat.
Ā āJika ekonomi Indonesia menjadi āstatus quoā, maka akan berimbas pada konsumsi penduduk yang menurun. Pertumbuhan ekonomi dapat turun bisa di angka minus ketika keadaan (virus Corona) masih lama tidak teratasi, dan itu cukup menyulitkanā ujarĀ dosenĀ Ekonomi Pembangunan, STIE Mandala Jember, Mustofa saat menjadi narasumber dalam Diskusi Online di Jember, Senin (19/4).
Akibat selanjutnya adalahĀ banyak perusahaan yang gulung tikarĀ akibat menurunnya konsumsi masyarakat yang berimbas pada banyaknya karyawan atau pegawai yang di-PHK. Dampak berikutnya adalah timbulnya pengangguran atau setengah pengangguran yang tergerus atau bahkan hilang sumber pendapatannya.
āSoal ekonomi, harus dituntaskan. Ini problem kita bersama, problem bangsa Indonesia yang wajib kita hadapi bersama-sama,ā harapnya.
Oleh karena, Mustofa berharap kader pergerakan tidak bersifat pasif dalam menghadapi Corona, mentaati kebijakan pemerintah, dan bisa menjaga diri, minimal tidak menambah persoalan yang ada. Lebih dari itu, anggota PMII diharapkan dapat memberikan edukasi terkait pencegahan Corona.
āApapun yang bisa kita lakukan, maka lakukan. Virus ini jangan dianggap remeh, apalagi PSBB sudah merambah sejumlah daerah di Jawa Timur,ā urainya.
Mustofa menegaskan, pemerintah perlu memastikan bahwa programĀ bantuan dan pemberdayaan berjalan sesuai dengan harapan. Ia lalu menyebut program Prakerja, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan program kompensasi lainnya, diharapkan bisa menyentuh warga dan tepat sasaran.
āSemua itu harus kita kawal,ā ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Komisariat PMII STIE Mandala Jember, Edi Susanto menjelaskan bahwa Diskusi Online tersebut dimaksudkan untuk menggugah kesadaran kader PMII agar lebih punya kepedulian terhadap pembasmian Corona. Di samping itu, untuk meningkatan daya kritis anggota PMII dalam menyikapi dampak Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
āKita tak usah sungkan-sungkan untuk mengkritik pemerintah jika ada kebijakan yang salah.Ā Dan kita wajib mengontrol pelaksanaannya di lapangan,ā ungkapnya.
Diskusi Online yang digelar oleh Pengurus Komisariat PMII STIE Mandala Jember, Jawa TimurĀ itu mengusung tema Dampak Covid-19 terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Meskipun digelar secara daring (dalam jaringan), namun peminatnya cukup banyak.
Pewarta: Aryudi AR
Editor: Ibnu Nawawi
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?
Terkini
Lihat Semua