Ribuan Peziarah Bakal Hadiri Haul Syekh Maulana Maghribi Wonobodro Batang
NU Online · Jumat, 28 Agustus 2020 | 05:30 WIB
Abdul Muiz Cholil
Kontributor
Batang, NU Online
Tanggal 13 Muharram merupakan waktu pelaksanaan Haul Syekh Maulana Maghribi yang terletak di kawasan perbukitan Wonobodro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Setiap tahun pelaksanaan haul, ribuan bahkan puluhan ribu peziarah dari berbagai penjuru memadati kawasan ini.
Dalam kesehariannya, makam ini selalu ramai dipadati peziarah dari berbagai tempat. Oleh Pemerintah Kabupaten Batang, kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan wisata religi. Sehingga berbagai sarana penunjangnya dibangun untuk memberikan kenyamanan bagi peziarah.
Syekh Maghribi merupakan ulama terkemuka yang juga dikenal sebagai Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di tlatah Jawa, sosok tersebut lebih masyhur dengan sebutan Sunan Gresik, yakni ulama besar penyebar Islam yang telah ada sebelum hadirnya Wali Songo di Jawa.
Makam di Kawasan Auliya Wononobodro Batang bukanlah satu-satunya tempat Syekh Maghribi dimakamkan. Selain di lokasi yang berjarak sekitar 30 kilometer arah selatan dari pusat kota Batang itu, makamnya juga diyakini ada di Gresik, Pemalang, dan Yogyakarta.
Namun, Wonobodro tetaplah menjadi lokasi favorit bagi peziarah. Hingga kini, kawasan pemakaman Auliya Wonobodro itu masih asri dan terjaga kealamiannya. Di samping sosok yang juga diketahui sebagai Makdum As-Samarkandy itu juga ada makam sejumlah ulama lain.
Di Wonobodro, komplek makam Syekh Maulana Maghribi terlihat asri. Kasdu'i juru kunci di area makam Syekh Maulana Maghribi mengatakan, selain Syekh Maulana Maghribi, juga terdapat makam-makam tokoh lainnya.
Seperti Syekh Subakir, Sunan Kudus, Syekh Subur, Syekh Jumadil Kubro, Syekh Jambu Karang, Syekh Faqir Sugih, Syekh Bandi Mati, Syekh Juru Bahasa, Syekh Wilodo Banyu, dan Syekh Kiai Pendeta.
"Ada juga makam Syekh Wali Panjang, Kiai Agung Bahurekso, Kiai Ageng Pekalongan, Kiai Agung Wonobodro, Ki Gede Tungteng, Ki Gede Sopo, Ki Gede Penatas Angin, Ki Ageng Penderesan, serta Ki Gede Maling Aguna," ujarnya.
Makam Syeikh Maulana Maghribi lokasinya tepat berada di tengah bangunan semacam pendopo yang ditopang empat sokuguru. Tempatnya terlihat rapi, terbuat dari keramik, batu nisannya terbungkus kain mori, dan ditutup dengan tirai.
Kasdu'i meyakini Syekh Maghribi memang meninggal dan dimakamkan di di Kawasan Auliya Wonobodro, kendati belum ada bukti yang menguatkannya. "Ya, yakin ini bukan sekadar petilasan, tapi juga pemakaman Syekh Maghribi,” ucap Kasdu’i.
Pewarta: Abdul Muiz
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua