Sifat Takabur Jadi Sebab Tertutupnya Pintu Langit
NU Online Ā· Jumat, 12 Maret 2021 | 10:45 WIB
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PBNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Muhammad Hambali. (Foto: NU Online/Faizin)
Muhammad Faizin
Kontributor
Pringsewu, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Muhammad Hambali menjelaskan bahwa keengganan seseorang untuk melaksanakan shalat merupakan salah satu sifat takabur (sombong). Dan sifat takabur jelasnya, akan menutup pintu langit sehingga amal ibadah yang dilakukannya akan tertolak.
āOrang takabur sulit dan tak kan masuk surga. Ibarat sulitnya itu seperti unta yang tak mungkin akan bisa masuk ke lubang jarum,ā kata Kiai Hambali yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu, Jumat (12/3).
Kiai Hambali menambahkan bahwa setiap amal ibadah yang dilakukan seseorang akan diangkat ke langit oleh para malaikat setiap hari Kamis. Bagi yang tidak melaksanakan shalat maka ibadahnya akan tertolak. Orang yang tak melaksanakan shalat ini sama saja mengabaikan perintah Allah yang termaktub dalam Al-Qurāan.
Sebagai orang yang beriman, perintah shalat merupakan oleh-oleh yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW saat melaksanakan perjalanan Israā dan Miāraj dari Masjidl Haram ke Masjidil Aqsha dan naik ke sidratul muntaha. Lumrahnya oleh-oleh pasti akan mendatangkan kebahagiaan bagi yang diberi.
āOleh karenanya kita sebagai hamba yang beriman harus dengan suka cita melaksanakan ibadah shalat. Jangan merasa terbebani oleh shalat. Shalat harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan sehingga kita tak akan merasa berat saat melakukannya,ā jelasnya pada kegiatan Israā Miāraj di Masjid Darussalam Komplek Kantor Pemda Pringsewu.
Jika menilik pada kisah Nabi Muhammad saat pertama kali menerima oleh-oleh berupa shalat ini, umat Islam harus bersyukur karena sudah mendapat ādiscountā dari awalnya 50 waktu menjadi 5 waktu. Hal ini karena Allah SWT tidak membebani manusia dengan beban yang tak bisa dipikulnya.
Ā
āMari kita jadikan momentum Isra Miāraj ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah shalat baik shalat fardlu maupun sunnah. Jangan sampai kita menjadi orang yang takabur,ā ajaknya pada acara yang juga diwarnai dengan kegiatan Khatmil Qurāan.
Tradisi Khatmil Qurāan
Sekretaris Daerah Pringsewu H Heri Iswahyudi pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa kegiatan Khatmil Qurāan tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Pringsewu yang ke-12 tahun 2021.
Pihaknya menargetkan khataman qurāan akan mencapai 12.000 khataman saat puncak Hari Ulang Tahun Pringsewu yang jatuh pada 3 April 2021 mendatang. Kegiatan khataman diikuti oleh umat Islam di Kabupaten Pringsewu mulai awal Februari.
āPada puncaknya kita nanti akan gelar serentak di setiap masjid, mushala, sekolah, dan madrasah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,ā ungkapnya.
Khataman Al-Qurāan ini juga akan terus dilakukan setiap menyambut HUT Pringsewu agar keberkahan senantiasa turun dari langit untuk kabupaten berjuluk Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.
āMudahan-mudahan ini menjadi amal baik kita sehingga besok di yaumil qiyamah kita akan mendapatkan syafaat dari Al-Qurāan dan juga syafaatul udzmah dari Rasulullah SAW,ā pungkasnya.
Pewarta: Muhammad Faizin
Editor: Aryudi AR
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua