Tertib administrasi pada dua organisasi pelajar Nahdlatul Ulama (NU), Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU, masih lemah. Dalam beberapa kasus ditemukan ketidaksesuaian tertib administrasi dengan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT).
Penilaian tersebut diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Tegal, Jawa Tengah, Andi Suprapto, usai menghadiri dialog di MDA Alfurqon, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Ahad (3/8) kemarin.<>
“Meski berlatar belakang pelajar, tapi rekan dan rekanita masih lemah dalam pengadministrasian,” ungkap Andi.
Ia menyayangkan sikap beberapa pengurus anak cabang (PAC) yang kurang belajar banyak tentang tertib administrasi organisasi. Apalagi dalam tata persuratan IPNU-IPPNU cukup rumit. Sehingga bersama timnya secara bergantian menggelar talk show tentang Pedoman Orgnisasi dan Administrasi (POA).
Dari empat PAC yang ada di Kota Tegal, ada satu PAC yang dalam tata persuratannya seperti tata persuratan pemerintah daerah. Padahal, IPNU-IPPNU memiliki ciri khas tersendiri. “PAC Tegal Selatan, yang perlu mendapatkan pembinaan intensif,” ujarnya.
Ketua PAC IPNU Margadana A. Khaerudin, mengakui kalau sementara waktu dalam penataan administrasi masih lemah. Termasuk pengurus ranting. Sehingga pada kesempatan itu, PAC Margadana sekaligus mengundang 7 pengurus ranting untuk mengikuti pembinaan POA.
Lebih lanjut Khaerudin berharap, dengan pembinaan ini pada waktu yang akan datang para peserta bisa memiliki kemahiran dan penataan administrasi organisasi. “Ciri khas organisasi modern, kan, dengan tertib administrasi,” ucapnya.
Khaerudin menginformasikan, PAC IPNU-IPPNU Margadana, selain menggelar pelatihan POA, juga telah mengadakan kegiatan serupa dengan mengambil tema pembinaan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) atas kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermas) dan Kegiatan Kursus, Rekrutmen Tenaga Kerja dan Informasi Kegiatan sosial atas kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Tegal. (was)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
4
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
5
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua