Mbah Hasan yang mengetahui hal tersebut bergegas mengambil cangkul dan menguburkan beras yang berwarna kuning ke dalam tanah, beras tersebut berubah menjadi emas. Mbah Hasan berdoa, memohon pada Allah bahwa yang dibutuhkan bukanlah emas, melainkan keturunan yang shalih.
"Dari tirakat Mbah Hasan dan istrinya, lahirlah Alwi (nama kecil Mbah Usman). Saat Mbah Usman remaja, beliau dititipkan ke pesantren yang diasuh Mbah Soichah. Mbah Usman yang tumbuh menjadi pemuda alim dan pandai ini akhirnya diambil menantu Mbah Soichah," tuturnya.
Kisah di atas menunjukkan bahwa untuk menjadi orang hebat dibutuhkan ikhtiar dan doa kepada Allah. Misalnya puasa, shalat malam, dan ibadah-ibadah lainnya yang membuat semakin dekat dengan Allah.
Kiai Fathullah lalu berpesan, sebagai calon generasi, jangan hanya sebagai penonton, jadilah pelaku yang hebat. "Jangan sampai dikalahkan teknologi, tapi manfaatkan teknologi. Oleh karena itu, belajarlah dengan sungguh-sungguh selagi masih ada kesempatan waktu," katanya.
Kegiatan siraman rohani diakhiri dengan tanya-jawab berhadiah. Kiai Fathullah memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta didik SMP Islam Al Madinah. Bagi peserta didik yang berhasil menjawab pertanyaan, kemudian diberi hadiah.
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua