Wakil Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi Wakili Jabar ke Inggris
NU Online · Rabu, 23 Oktober 2019 | 02:15 WIB
Sofyan
Kontributor
Menurut kiai muda yang pernah menjadi santri di Al-Falah Sukamantri yang diasuh KH Mahbub Sanusi (Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi), Pondok Pesantren Siqoyaturrohmah Selabintana yang diasuh KH Mahmud Mudrikah Hanafi (Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Sukabumi), dan Pondok Pesantren An-Nidzom Panjalu yang diasuh KH Abdullah Mukhtar (Mustasyar PCNU Kabupaten Sukabumi) ini, ia akan berangkat bersama empat orang lainnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fathonah Pasir Malang ini menjelaskan, ia dan keempat temannya telah melewati beberapa tahapan seleksi bersama kiai-kiai muda lainnya se-Jawa Barat.
“Program ini adalah program Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sepenuhnya dibiyai oleh APBD Provinsi,” ungkapnya, di kediamannya, Pasir Malang, Selasa (22/10).
Ia berharap kader-kader NU, khususnya Sukabumi, memanfaatkan program-program seperti ini untuk pengembangan kapasitas berbahasa asing.
Karena, lanjutnya, secara umum, santri dan kiai NU tidak diragukan lagi dalam penguasaan konten keagamaan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits serta kitab-kitab klasik. Namun, mereka umumnya hanya bisa menjelaskan dalam bahasa lokal, Indonesia, atau dalam bahasa Arab. Sementara dalam bahasa Inggris masih terbilang langka.
Saat ini, lulusan Universsitas Islam Negeri Syarif (dulu IAIN) Hidayatullah Jakarta ini, NU telah dikenal oleh dunia, sehingga kemampuan berbahasa menjadi suatu keharusan. Karena jika kiai atau santri NU tidak ditunjang kemampuan bahasa Inggris, orang yang tertarik ke dalam Islam, akan mendapatkan konten paham-paham yang tidak sehaluan dengan Ahlussunah wal Jamaah.
“Mari bersama-sama untuk menerima era hari ini yaitu era yang tidak ada batas, jangan sampai mereka yang sudah tertarik sama Islam, tapi saat mereka membutuhkan tentang Islam kita sendiri tidak bersuara,” tegas aktivis PMII Ciputat semasa kuliah ini.
Menurut Ridwan, kesempatan itu akan ia gunakan untuk membawa misi Islam damai yang relevan di setiap waktu dan tempat. Di Eropa, khususnya Inggris, Islam telah berkembang. Tentu yang kita harapkan, Islam di Eropa adalah Islam yang yang damai yang menjadi rahmat penduduknya sebagaimana Islam yang ditanamkan di Indonesia
Kontributor: Sofyan Syarif
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua