KH Hasyim Adnan: Orator Ulung dan Aktivis Dakwah di Jakarta
NU Online · Senin, 13 Januari 2020 | 01:15 WIB
KH Hasyim Adnan sedang menyampaikan ceramah di salah satu daerah di Jakarta pada 1977. (Foto: keluarga).
Rakhmad Zailani Kiki
Kolumnis
Saya bersyukur diminta ahli waris untuk menuliskan profil dan kiprahnya dikarenakan memang tulisan yang mengulas dirinya sangat jarang sekali. Padahal KH Hasyim Adnan adalah dai, orator, yang terkenal di zamannya, aktivis NU dan pendidik umat. Tulisan saya ini dimuat di buku berjudul Tokoh Dakwah Jakarta Edisi Perdana yang diterbitkan oleh Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta bulan Desember tahun 2019. Saya diizinkan oleh ahil waris untuk memuat tulisan tentang profil dan kiprah KH Hasyim Adnan ini di NU Online.
Saya awali tulisan saya tentang KH Hasyim Adnan ini dari kehebatan retorikanya dalam berdakwah karena menjadi daya tarik tersendiri dan memberikan kesan yang mendalam bagi yang melihat dan mendengarkan ceramah-ceramahnya. Pembawaannya saat berceramah begitu tenang. Setiap kata yang keluar dari lisannya begitu jelas, urut.
Tema-tema ceramahnya sebenarnya merupakan tema-tema yang berat untuk disampaikan dan terkadang berisi peringatan (nadziran). Namun dia mampu mengemasnya dalam kerenyahan yang dapat dinikmati oleh orang awam.
Dia memiliki jadwal pengajian rutin yang dia adakan dalam bentuk tabligh akbar setiap malam Sabtu. Pengajian ini berlokasi di Jalan Pramuka yang saat ini menjadi jalur lambat. Tujuan dia mengadakan pengajian dengan format tabligh akbar ini bukan hanya untuk menjadi panggungnya untuk berdakwah, tetapi juga dimaksudkan untuk mengkader dai-dai muda. Di pengajian tabligh akbar malam sabtuannya ini, dia mengajak dai-dai muda untuk naik panggung dan ceramah juga. Â Sampai hari ini, di media sosial seperti YouTube, kita masih bisa menikmati video ceramahnya.
KH Hasyim Adnan bukan hanya terkenal sebagai seorang dai kondang, orator ulung, soerang hafidz (penghafal Al-Qur`an), tetapi juga ulama dan aktivis dakwah yang terkemuka, aktivis NU dan politikus dari partai Islam di Jakarta ketika itu.
Dia salah seorang pendiri Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk dari pendiri Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan salah seorang pendiri Ittihadul Muballighin selain KH Ahmad Syaikhu dan KH Syukron Ma`mun. Dia juga terlibat dalam pembangunan Masjid Istiqlal. Dia juga salah seorang penceramah Tabligh Akbar Bulanan Ittihad di Masjid Jami Matraman, Jakarta Pusat bersama Habib Syekh Al-Jufri, KH Syukron Ma`mun, dan KH Ahmad Syaikhu.
Rakhmad Zailani Kiki, Sekretaris RMI PWNU DKI Jakarta
Terpopuler
1
PBNU Finalisasi SK Kepengurusan Peserta Muktamar Ke-35 dan Road Map NU 25 Tahun
2
Tim PBNU Tinjau Tiga Pesantren di Cirebon sebagai Calon Lokasi Muktamar Ke-35 NU
3
Hukum Lomba Mancing Berbayar di Kolam
4
Prediksi Cuaca 3-9 Juli 2026:Kemarau Berlanjut, Hujan Masih Mengiringi Sebagian Wilayah Indonesia
5
Lokasi Muktamar NU dari Masa ke Masa (Bagian Pertama-Masa Kolonial)
6
Suluk Kajen Diresmikan, Siap Jadi Pusat Riset Manuskrip dan Pemikiran Syekh Ahmad Mutamakkin
Terkini
Lihat Semua