Patoni
Penulis
Alkisah, karena kena pasal penghinaan terhadap Baginda Raja, Abu Nawas dihukum. Dia ‘ditaboki’ tentara kerajaan bertubuh kekar.
Usai dihukum, Abu Nawas disuruh keluar istana. Ketika sampai di pintu gerbang kota, ia dicegat oleh penjaga.
"Hai Abu Nawas! Tempo hari ketika kau hendak masuk ke kota ini kita telah mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu?” cerocos si penjaga.
Baca juga: Undang-Undang yang Menyejahterakan
Baca juga: Saat Abu Nawas Mengelabuhi Utusan Raja
Dengan perasaan karut-marut, Abu Nawas hanya diam membisu. Dia khawatir emosinya meledak jika langsung menanggapi di penjaga itu.
“Kok diam saja? Kita sepakat, jika kau diberi hadiah oleh Baginda Raja, maka hadiah itu dibagi dua; engkau satu bagian, aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?" tanya si penjaga.
"Hai penjaga pintu gerbang, apakah kau benar-benar menginginkan hadiah Baginda yang diberikan kepadaku tadi?" ujar Abu Nawas balik tanya.
"Iya, tentu itu kan sudah perjanjian kita,” kata penjaga.
"Baik, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagian," kata Abu Nawas.
Baca juga: Pintu-pintu Surga
"Wah ternyata kau baik hati, Abu Nawas. Memang harusnya begitu, kau kan sudah sering menerima hadiah dari Baginda Raja," ucap si penjaga.
Tanpa banyak omong lagi, Abu Nawas ‘menaboki’ si penjaga berkali-kali. Karena itulah hadiah yang baru saja didapat olehnya dari Baginda Raja. (Fathoni)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua