Humor Gus Dur: Soeharto Datang Menemui Gus Dur
NU Online Ā· Rabu, 16 Desember 2020 | 14:15 WIB
Patoni
Penulis
Dampak Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Cipasung, Tasikmalaya tahun 1994 terus berkepanjangan. Kepengurusan KH Achmad ShiddiqĀ (Rais 'AamĀ PBNU) dan Gus DurĀ (Ketum PBNU) tidak mendapat sambutan baik dari rezim Orde Baru Soeharto.
NU sudah beberapa tahun tidak diterima Soeharto padahal sudah menjadi sebuah kelaziman kepengurusan baru ormas, orpol, atau organisasi menghadap presiden.
Tetapi hal itu tidak membuat pengurus NU gusar. Justru beberapa kalangan menilai, NU sudah berada pada posisi yang tepat sebagai bagian dari independensi NU dari kekuasaan. Juga sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim otoriter dan korup itu.
Ā
Perlawanan Gus Dur itu mendapatkan saluran tidak hanya di NU muda, tetapi juga di kalangan aktivis pro demokrasi. Dinamika tersebut akhirnya menjadi perbincangan di Forum Demokrasi (Fordem).
Dalam sebuah pertemuan rutin, seorang aktivis demokrasi bertanya, āBagaimana kelanjutan perseteruan NU dan Soeharto ini?ā
Ā
āGampang, sebentar lagi Soeharto juga akan datang menemui saya,ā kata Gus Dur enteng disambut tawa para aktivis.
Ā
āSaya serius ini, jangan ketawa, ini bukan main-main,ā ujar Gus Dur menegaskan. Tetapi justru kembali disambut gelak tawa yang semakin menderai.
Gus Dur memang serius. Ia merancang acara NU yang dipegang RMINU sebagai lembaga yang menghimpun puluhan ribu pesantren. Gus Dur menunjuk KH Hasan Mutawakil Alallah agar tidak terlalu kontroversialĀ di mata Soeharto.
Ā
Ā
Rupanya Soeharto juga tidak mau kehilangan pegangan di NU. Soeharto berharap RMINU bisa dikendalikan. Sebab itu, ia memutuskan datang di acara tersebut. Dalam pandangannya, Kiai Mutawakil tidak membahayakan Orde Baru secara politik.
Pada hari yang ditentukan, Seoharto datang di acara RMINU. Di situ Soeharto tidak hanya bertemu dengan tuan rumah Kiai Mutawakil, tetapi Soeharto juga bertemu dengan pemilik acara sesungguhnya, yaitu PBNU yang dinakhodai Gus Dur. (Fathoni)
Ā
*) Sumber: buku āFragmen Sejarah NUā (Abdul Munāim DZ, 2017)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua