Pada sebuah acara pendidikan kader IPNU di Jember, ada kisah yang menyayat hati. Kisah itu bermula dari seorang kyai yang mengisi materi Aswaja.
“Kita tahu, nilai Aswaja itu salah satunya Tawasuth. Kita semua tahu juga, tawasuth itu artinya sikap agama yang mengambil jalan tengah. Tengah-tengah. Kata orang Jakarta, Tawasuth itu moderat. NU itu Tawasuth,” kata kyai kita ini.
<>“Tapi ada ta’rif Tawasuth yang kita semua belum tahu. Ya, NU itu Tawasuth. Apa itu?” papar kyai datar.
“NU itu Tawasuth. Artinya NU itu hidup di tengah-tengah garis kemiskinan. Contohnya saya. Anak saya tujuh, tapi kamar tidur di rumah hanya ada dua. Untung ada pesantren. Saya pesantrenkan saja lima anak saya. Alhamdulillah, di rumah jadi tidak empet-empetan,” jelas sang kyai. (Hamzah Sahal)
Terpopuler
1
Pelantikan PBNU, Rais Aam: Singkirkan Kepentingan Pribadi dan Rangkul Masyarakat
2
Innalillahi, Anggota BPK RI Fathan Subchi Meninggal Dunia
3
Ini Doa Kiai Said Aqil saat Pelantikan PBNU 2026-2031
4
PBNU Siapkan Munas hingga Rakernas sebagai Program Awal Kepengurusan
5
Gus Ipul Sebut PCNU yang Dikabarkan Kembalikan Uang ke KPK Belum Lapor PBNU
6
Gus Rozin: NU Perlu Perkuat Ketahanan Bencana dan Kemandirian Ekonomi Warga
Terkini
Lihat Semua