Humor

Pemerintah Mirip Khomer

NU Online  Ā·  Jumat, 4 Januari 2013 | 05:02 WIB

Saya pernah sowan kepada seorang kiai sepuh, di pesantrennya yang dihuni puluhan santri. Ia terkenal sebagai kiai yang rajin ngaji ke mana-mana, ke pelosok kampung dengan sepeda motor tuanya. Pengajiannya selalu ramai, karena ia suka melempar guyon-guyon segar.Ā 
<>
ā€œKiai, mengapa kiai tidak bikin proposal untuk membangun pesantren?ā€ saya memberanikan diri bertanya.

ā€œProposal ke mana?ā€ respon kiai dengan pertanyaan.

"Yaa..mungkin ke pemerintah,ā€ kata saya hati-hati.

ā€œTerima kasih atas sarannya, Kang. Tapi, tanpa mengurangi rasa hormat saya pada pemerintah, sampai hari ini, saya dan pengurus pesantren, berusaha tidak nyari bantuan ke pemerintah,ā€ jelas kiai dengan kalem.

ā€œKenapa, Kiai?ā€ tanya saya.

ā€œBagi saya, pemerintah itu kaya khomer, nyandu dan madorotnya lebih banyak daripada faedahnya. Tapi silakan saja teman-teman yang bilang pemerintah kaya teh manis, bikin hangat dan enak. Tapi ojo kakean gulone, ndak kencing manis (tapi jangan kebanyakan gulanya, nanti kena kencing manis).ā€ (Hamzah Sahal)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang