Suatu ketika, seorang kiai mengajak tetangganya yang yang juga seorang sopir mengantarkannya ke majlis pengajian. Awalnya sopir tak mau, namun lambat laun ia mau.<>
Singkat cerita, sepulang memberi tausiyah, oleh shahibul bait, kiai diberi dua kerdus berkat; satu besar dan satu kecil. Oleh kiai, si sopir diberinya kerdus kecil. Sopir pun agak sedikit kecewa; kenapa kardusnya tidak sama.
Tiba di rumah, Ibu Nyai membuka kerdus besar. Ternyata isinya hanya nasi. Pak Kiai pun yakin kalau kerdus kecil yang diberikan kepada sopir isinya lauk-lauk semua.
Sementara itu di rumahnya, si sopir dan istrinya senyum-senyum.
Di lain waktu, mungkin karena mendapat keberuntungan si sopir pun berharap bisa mengantar kiai lagi. Namun kiai hanya diam mendengar harapan si sopir. (Syaiful Mustaqim)
Terpopuler
1
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
2
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
3
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
6
404 Wisudan Lulusan Unusia Diharapkan Siap Hadapi Dunia Kerja
Terkini
Lihat Semua