Esok telah tiba, Madun membuka facebook. Ia menemukan info yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Cukup bikin kekhawatiran.
Besoknya lagi, ia berganti membuka twitter. Lagi-lagi informasinya sama, masih dengan hiruk-pikuk virus corona. Bahkan di twitter lebih memusingkan dirinya.
Tiba kembali esok, ia beralih ke instagram yang selama ini menurutnya bisa memberikan hiburan. Tetapi, harapan itu tak terjadi. Ia lagi-lagi diperlihatkan dengan postingan-postingan tentang virus corona.
Akhirnya Madun mencoba merenung. Ia sampai pada kesimpulan, media sosial turut berkontribusi menciptakan virus. Seketika, Madun tak berlangganan medsos lagi. (Ahmad)
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua