Penembakan Massal Terjadi di Australia, Seorang Muslim Berhasil Lucuti Pelaku Bersenjata
NU Online · Senin, 15 Desember 2025 | 18:00 WIB
Seorang Muslim melucuti senjata pelaku penembakan di Hari Perayaan Hanukkah di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Ahad (14/12/2025).
Husnul Khotimah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sedikitnya 15 orang dinyatakan tewas dan 40 lainnya terluka dalam insiden penembakan massal yang terjadi saat umat Yahudi merayakan Hanukkah di Pantai Bondi Sydney, Australia, pada Ahad (14/12/2025) waktu setempat. Demikian dikutip NU Online dari New York Times
Mal Lanyon, Komisaris Polisi New South Wales, mengatakan bahwa pelaku penembakan tersebut adalah sosok ayah dan anak. Si ayah dilaporkan tewas di tempat. Menurut Mal Lanyon, keduanya tampak tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.Â
"Para pelaku adalah seorang pria berusia 50 tahun dan seorang pria berusia 24 tahun yang merupakan ayah dan anak," ujarnya dalam konferensi pers di Sydney pada Senin pagi (15/12/2025).
Melansir ABC News, seorang warga Muslim dilaporkan berhasil melumpuhkan dan melucuti senjata salah satu pelaku penembakan massal di Pantai Bondi tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan Ahmed Al Ahmed, sosok imigran dari Suriah, berlari mendekati salah satu pria bersenjata dari belakang. Pemilik toko buah tersebut lantas dengan berani merebut senjata laras panjang dari pelaku penembakan.
Setelahnya, tampak seorang warga sipil kedua berlari ke arah pelaku penembakan yang kini tak bersenjata dan melemparkan sebuah benda ke arahnya. Saat pelaku penembakan mulai berjalan pergi, keduanya tetap bersembunyi di balik pohon.Â
Video aksi heroik tersebut telah disiarkan oleh media di seluruh dunia dan telah ditonton lebih dari 22 juta kali di media sosial.Â
Mohamed Fateh Al Ahmed dan Malakeh Hasan Al Ahmed, selaku orang tua Ahmed, mengatakan bahwa putranya ditembak empat hingga lima kali di bahunya, dengan beberapa peluru masih bersarang di dalam tubuhnya.Â
"Dia melihat banyak orang sekarat dan orang-orang kehilangan nyawa mereka, dan ketika penembak kehabisan amunisi, dia merebut senapan darinya, tetapi dia tertembak. Kami berdoa semoga Tuhan menyelamatkannya," kata Malakeh Hasan.
Mohamed Fateh, ayah Ahmed, mengatakan bahwa putranya kemudian tertembak oleh pelaku lainnya.
"Pada saat yang sama, teman lain pria bersenjata itu berada di jembatan, sepertinya dia membawa senapan sniper, atau saya tidak tahu, dia mencoba membunuhnya dan mengenai bahunya," ungkapnya.
Hijroatul Maghfiroh, mahasiswa doktoral Universitas Macquarie Sydney, mengonfirmasi kebenaran adanya berita tersebut.
"Benar. Ahmed bin Ahmed, laki-laki asal Suriah yang memiliki toko buah. Yang jelas, yang viral, yang kita sebut pahlawan, si Ahmed bin Ahmed, jelas Muslim," jelasnya kepada NU Online, Senin (15/12/2025).
Terkait korban, ia menginfokan bahwa tak ada Muslim yang menjadi korban dalam insiden tersebut selain Ahmed.
Firoh, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa insiden penembakan tersebut sangat mengejutkan seluruh kalangan, terutama karena terjadi saat ia dan rekannya sedang berada di Christmas Night Market dan belum membuka berita.
"Banyak yang telepon ke kami karena kami saling mengabari. Kami kebetulan belum melihat berita. Ditelepon beberapa teman: Hati-hati kalau sedang di luar, ada kejadian ini," ujar Sekretaris Badan Pengembangan Jaringan Internasional (BPJI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
Ia mengungkapkan bahwa kekhawatiran terbesar komunitas Muslim saat itu bukan hanya pada keselamatan fisik, melainkan identitas pelaku.
"Pasti yang kami was-was, aduh ini pelakunya siapa? Kalau pelakunya Muslim, aduh. Dan itu buat kita panik dan takut," ujar narasumber menggambarkan ketegangan saat mengecek berita.
Firoh menyoroti bahwa sebelum fakta terungkap, kolom komentar di berbagai kanal berita resmi Australia (ABC News, SBS, Seven News) sudah dipenuhi komentar yang mengaitkan insiden tersebut dengan terorisme. Namun, narasi tersebut berbalik ketika sosok pahlawan dalam insiden itu terungkap.
Firoh menjelaskan bahwa seorang pedagang buah, yang merupakan imigran Muslim asal Suriah, melakukan aksi heroik dengan merampas senjata pelaku.
"Untungnya, kok ada yang lebih viral yaitu seorang Muslim yang benar-benar heroik. Dan itu juga dikagumi dan diakui oleh pemerintah Australia sendiri. Jadi agak imbang gitu ya ketakutannya," tambahnya.
Meskipun ketakutan masih terasa, Firoh merasa bangga melihat solidaritas warga Australia. Ia melaporkan adanya antrean panjang masyarakat yang ingin mendonorkan darah bagi 11 korban penembakan.
Selain itu, Firoh menyampaikan bahwa pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney telah mengeluarkan edaran agar WNI tetap waspada dan terus memantau informasi. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa rasa was-was masih menghantui, terutama bagi mereka yang identitas keislamannya terlihat jelas.
"Kami semua masih dalam kewaswasan dan ya jujur masih dalam rasa takut. Terutama kami sebagai Muslim perempuan yang tidak bisa melepaskan identitas, pasti kelihatan," tutup narasumber.
Terpopuler
1
PBNU Tegaskan Aliansi yang Mengatasnamakan Angkatan Muda NU Bukan Bagian dari Organisasi NU
2
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
3
Khutbah Jumat: Rajab, Bulan Islah dan Perdamaian
4
Khutbah Jumat: Rezeki yang Halal Menjadi Penyebab Hidup Tenang
5
PWNU Aceh Dukung Pendataan Rumah Terdampak Banjir, Warga Diminta Melapor hingga 15 Januari
6
Khutbah Jumat: Media Sosial dan Ujian Kejujuran
Terkini
Lihat Semua