Didesak Arab, UNESCO Tangguhkan Pameran Yahudi di Paris
NU Online · Ahad, 19 Januari 2014 | 17:02 WIB
Paris, NU Online
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO) pada Jumat (17/1) menangguhkan pameran mengenai 3.500 tahun hubungan orang Yahudi dengan Israel, setelah ada desakan negara-negara Arab karena dapat merusak upaya perdamaian.
<>
Pameran berjudul "The 3,500 Year Relationship of Jewish People to the Holy Land" itu menurut rencana dibuka pada Selasa pekan depan (21/1) di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.
Tetapi, UNESCO mengumumkan, menerima surat dari 22 anggota Kelompok Arab yang menyatakan kecemasan mereka bahwa pameran itu dapat berdampak negatif pada upaya perdamaian dan perundingan, yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Selain itu, menurut UNESCO, ada sejumlah masalah "yang yang belum diselesaikan menyangkut kemungkinan masalah-masalah sejarah menyangkut teks dan visual yang masih diperdebatkan" dalam pameran yang diselenggarakan bersama dengan Simon Wiesenthal Center.
"Dalam konteks ini, disesalkan, UNESCO telah menangguhkan pembukaan pameran itu," demikian pernyataan resmi UNESCO di Paris.
Selain itu, UNESCO menyampaikan, "Konsensus mengenai keputusan-keputusan UNESCO dan resolusi-resolusi menyangkut Timur Tengah adalah sangat penting, untuk menghindari konfrontasi dan politisisasi."
Pembatalan pameran itu terjadi saat hubungan UNESCO dengan Israel berada pada titik rendah, setelah Palestina menjadi anggota badan itu pada Oktober 2011.
Saat menanggapi keputusan itu, Israel dan sekutu kuatnya Amerika Serikat (AS) memotong dana untuk UNESCO, yang menimbulkan krisis keuangan pada badan itu dan menyebabkan ratusan karyawan badan itu berada dalam bahaya. (antara/mukafi niam)
Terpopuler
1
Besok Rebo Wekasan, Berikut Amalan dan Doa yang Dianjurkan
2
Alma Esbeye Siap Tampil Meriahkan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas
3
Ngaji Al-Hikam, Perlu Fase Menepi dari Ketenaran dalam Hidup
4
Muktamar ke-35 NU Bahas Hukum DNA, Kripto, hingga Pasang Chip di Otak
5
Muktamar Ke-35 NU Bahas Revisi UU Sisdiknas dan Ketenagakerjaan, hingga Qanun Jinayat Aceh
6
Indonesia Peringkat Kedua Kasus DBD Terbesar di Dunia, PDNU Nilai Pencegahan Belum Optimal
Terkini
Lihat Semua