Kesepakatan PPIH dan Masyariq: Jamaah Lain Tidak Akan Dimasukkan ke Tenda Arafah dan Mina
NU Online · Sabtu, 8 Juni 2024 | 06:30 WIB
Makkah, NU Online
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan Masyariq sepakat untuk tidak memasukkan jamaah selain haji reguler ke tenda di Arafah dan Mina.
Kesepakatan ini menjadi komitmen bersama antara PPIH Arab Saudi dan Masyariq yang ditegaskan kembali pada malam koordinasi di Makkah, Kamis (6/6/2024).
Hadir Sekjen Kemenag M Ali Ramdhani, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim, para Staf Khusus Menteri Agama, para Pejabat Eselon II Kemenag, Kepala Pusat Kesehatan Haji Liliek Marhaendro, serta Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam.
Hadir juga, Ketua Masyariq M Amin Indragiri dan jajarannya, serta para pimpinan dari 73 maktab. Mereka duduk masing-masing bersebelahan dengan koordinator maktab dari PPIH Arab Saudi.
Kepada pihak Maktab, Nasrullah yang juga Ketua PPIH Arab Saudi mengingatkan untuk tidak memasukkan jamaah lain ke tenda.
"Tidak boleh memasukkan jamaah di luar jamaah reguler. Kita sepakat bahwa tenda di Masyair yang diperuntukkan bagi jamaah haji Indonesia tidak ditempati oleh jamaah lain," sebut Nasrulllah.
"Kemenhajj selama ini selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu-tamu Allah," sambungnya.
Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap kontrak dijalankan dengan baik.
"Apa yang tertera di kontrak, dilaksanakan. Kami akan evaluasi," tutut Faishal.
Irjen Kemenag mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah catatan untuk perbaikan ke depan, antara lain menu makan tidak sesuai, keterlambatan distribusi makanan, ketiadaan air bersih di Arafah dan Mina, serta keterbatasan tempat tidur di tenda.
"Kami berharap penyelenggaraan haji tahun ini semakin baik lagi," sebutnya.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua