Kesiapan Tenda Jamaah Haji di Padang Arafah Capai 90 Persen
NU Online · Ahad, 17 Mei 2026 | 12:30 WIB
Makkah, NU Online
Al hajju Arafah. Haji adalah wukuf di Padang Arafah. Hadits ini menunjukkan berapa pentingnya wukuf dalam keseluruhan rangkaian ibadah haji ini. Bahkan jamaah haji yang uzur, seperti sakit pun harus hadir di tempat mustajab ini.
Tanpa wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah nanti, haji seseorang tidak sah. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan perhatian khusus dalam persiapan fase puncak haji ini.
Kemenhaj melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi secara berkala mengecek persiapan puncak haji yang kita kenal dengan istilah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Pada Rabu (13/5/2026), Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj cum Ketua PPIH Arab Saudi, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, bersama Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dandi Suryadi, serta Kepala Satuan Operasi (Satops) Armuzna, Sunardi, mengecek langsung persiapan tenda di Arafah, termasuk kesiapan transportasi bus yang akan mengangkut jamaah.
"Kalau dihitung dari presentasi kesiapan kemah atau tenda, dapat dikatakan mungkin 90% lebih ya," kata Ian kepada Media Center Haji (MCH) di lokasi.
Ian mengatakan, akan mengecek lagi pada Sabtu (16/5/2026) untuk memastikan seluruh jamaah sudah dapat tenda. "Akan ada label di tiap-tiap tenda dan kita upayakan kapasitasnya itu, ada nama di tenda tersebut," kata Ian dalam rilis yang diterima NU Online, Ahad (17/5/2026).
Ian bersyukur dua syarikah, Duyuful Bait dan Rakeen, yang mengurus pelaksanaan haji tahun ini bekerja sesuai target. Meski begitu, ia tetap akan mengecek secara berkala agar persiapan sarana dan prasarana saat puncak haji benar-benar optimal.
"Kami tidak percaya begitu saja. Kami akan pastikan, kami cek kembali, jangan sampai hak jamaah tidak terpenuhi pada saat wukuf di Arafah," kata Ian.
Sebelumnya, pada Sabtu (9/5/2026), Ian juga telah mengecek langsung persiapan tenda di Arafah di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang rencananya akan menampung sekitar 103 ribu jamaah haji Indonesia.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.
Ian menjelaskan, dalam satu tenda berukuran sekitar 300 meter persegi, disiapkan sekitar 238 tempat tidur. Ia memastikan kapasitas tersebut cukup untuk menampung jamaah haji.
Untuk memudahkan penempatan, kata dia, nantinya setiap tenda akan dilengkapi keterangan kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jamaah.
Terkait pengisian tenda, lanjut Ian, satu tenda tidak selalu ditempati jamaah yang berasal dari satu kloter penuh. Penempatan akan diatur sesuai kapasitas, tetapi tetap memperhatikan kedekatan antarjamaah dalam satu kloter.
"Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jamaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jamaah lansia agar tidak terlalu jauh," kata Ian.
Khusus bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas, PPIH Arab Saudi juga memastikan fasilitas seperti kamar mandi dan toilet yang disediakan telah disesuaikan dengan standar kenyamanan.
Berdasarkan Rancangan Perjalanan Haji (RPH), rangkaian puncak ibadah haji 1447 H dimulai pada Senin (25/5/2026) sore atau 8 Dzulhijjah, saat jamaah mulai bergerak dari Makkah menuju Arafah.
Sementara pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan 26 Mei 2026. Wukuf ini adalah inti dari prosesi ibadah haji, seperti bunyi hadits "al hajju arafah" yang artinya "haji adalah wukuf di Arafah."
Kemudian jamaah haji menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam) sebelum nanti didorong ke Mina untuk melaksanakan lempar jumrah aqabah. Bagi jamaah yang mengikuti murur, tidak akan turun dari bus dan langsung menuju Mina.
Selanjutnya pada hari-hari tasyrik 11–13 Dzulhijjah, jamaah menjalani mabit di Mina dan melontar tiga jumrah, dengan opsi nafar awal pada 12 Dzulhijjah atau nafar tsani pada 13 Dzulhijjah.
Berikut jadwal puncak ibadah haji 2026 berdasarkan RPH yang dirilis Kemenhaj:
- Senin, 25 Mei 2026: Jamaah bergerak dari Makkah ke Arafah
- Selasa, 26 Mei 2026: Wukuf di Arafah
- Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
- Kamis, 28 Mei 2026: Hari Tasyrik I
- Jumat, 29 Mei 2026: Hari Tasyrik II (Nafar Awal)
- Ahad, 30 Mei 2026: Hari Tasyrik III (Nafar Tsani). (MCH 2026)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Film Pesta Babi: Antara Pembangunan dan Kezaliman atas Tanah Adat
3
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
4
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Kemenhaj Tetap Izinkan Jamaah Haji Bayar Dam di Tanah Air
Terkini
Lihat Semua