Jakarta, NU Online
Ulama dunia asal Damaskus Syekh Wahbah Az-Zuhaili telah wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke-83 tahun. Berikut ini kesaksian seorang muridnya Fathir Hambali yang juga Ketua Alumni Suriah di Indonesia mengenai ketawadhuan seorang ahli fiqih yang karya-karyanya menjadi rujukan umat Islam seluruh dunia itu.<>
“Syekh Wahbah adalah seorang guru yang tawadhu, guru yang selalu disiplin dengan waktu, guru yang selalu menepati janjinya.Lebih tepatnya, beliau adalah guru murobbi karena beliau mendidik kita. Tidak hanya dengan ilmunya yang luas tetapi dengan akhlaqnya, yang mencerminkan ahlaq Rasulullah SAW.”
“Saya teringat sewaktu saya sedang berada di Jami’ah Damaskus, tiba-tiba saya mendengar ada seseorang dari kejauhan di belakang saya. Suara itu memanggil nama saya. Saya menoleh dan begitu kaget dan terharunya karena yang memanggil nama saya adalah beliau Syekh Wahbah az-Zuhaili Rahimahullah.”
“Beliau adalah seorang professor, seorang pakar fiqih, seorang yang sudah menulis kitab berjilid-julid, tidak gengsi sama sekali untuk memanggil nama saya. Padahal saya bukanlah siapa-siapa, hanyalah salah seorang mahasiswa di Universitas Damaskus. Kemudian saya menghampiri beliau, mencium tangan dan mengantarkan nya ke mobil. Lagi-lagi beliau dengan tawadhunya mengajak saya untuk bareng dengan beliau masuk ke dalam mobil.”
“Tetapi dengan halus saya menolaknya. Apa kata dunia nantinya kalau saya duduk manis di samping beliau. Sedangkan beliau yang mendapat julukan al Imam Syuyuthi yang menyetir mobil.”
Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu. (Red: Anam)
Foto: Syekh Wahbah bersama murid-muridnya saat bersilaturahim ke Jakarta.
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua