Pernyataan Sikap PCINU terhadap Situasi Eropa dan Mediterania
NU Online · Rabu, 21 Januari 2015 | 14:06 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) di Belanda, Jerman, Belgia, Mesir, Prancis, Lebanon, Maroko, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Turki, United Kingdom, Yaman mengadakan pertemuan di Den Haag, Belanda.
<>
Pertemuan pada 18 Januari 2015 tersebut Kami mendesak pemerintah di negara-negara Eropa untuk melindungi semua orang secara setara di depan hukum. Berikut pernyataan sikap mereka.
Dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Menyusul insiden Charlie Hebdo di Paris yang sangat merusak, amat disesalkan dan patut dikecam itu dan meningkatnya gerakan-gerakan anti-Muslim di sejumlah negara Eropa, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kehidupan seluruh penduduk di Eropa apapun latar belakang, agama, ras dan jenis kelamin mereka. Semua bentuk pembunuhan dan kekerasan terhadap perbedaan pendapat dan ketidaksepahaman secara prinsipil adalah tindakan melawan kemanusiaan, asas hukum, dan esensi dasar dari agama apapun. Kami menganjurkan dengan sangat praktik toleransi, saling menghargai dan sikap adil demi masa depan ruang publik di Eropa. Tak seorang pun yang dalam menyatakan pendapatnya dapat dijadikan sasaran kecaman, kebencian dan kekerasan. Sebagai kondisi yang dibutuhkan oleh semua pihak, perlindungan atas kemaslahatan umum harus berlaku pada semua orang tanpa terkecuali.
Kami mendesak pemerintah di negara-negara Eropa untuk melindungi semua orang secara setara di depan hukum. Pemerintah bersama-sama dengan masyarakat Eropa perlu untuk menyediakan pendidikan yang membebaskan, aksesibitas ekonomi, inklusi sosial dan kondisi-kondisi multikultural untuk memungkinkan setiap orang terlibat dalam mengembangkan toleransi dan pluralisme sosial-politik. Menciptakan kerjasama antar berbagai institusi agama dan organisasi masyarakat sipil harus didukung, khususnya untuk mendorong sikap-sikap toleransi, saling memahami dan menghargai dari bawah, termasuk menyangkut bagaimana mengapresiasi simbol-simbol suci dari agama manapun.
Dalam kaitan ini, kami siap untuk berpartisipasi dalam setiap bentuk aktivitas yang dapat mendukung, mengembangkan dan memperkuat hubungan kami dengan organisasi-organisasi Islam, lintas agama, pemerintahan dan non-pemerintah di Eropa, dan untuk bergabung dalam setiap upaya untuk mengembangkan pemahaman mengenai Islam yang lebih baik dan mendalam. Kami terutama menyeru kepada saudara-saudara Muslim yang hidup di Eropa untuk menguatkan persaudaran kemanusiaan (ukhuwwa bashariyya) melampaui sekat-sekat identitas primordial kita. Keharusan untuk memegang teguh nilai tertinggi kemaslahatan bersama (al-maslahat al-‘amma) harus menjadi prioritas yang utama.
Den Haag, Belanda, 18 Januari 2015,
Pengurus Cabang Istimwea Nahdatul Ulama (PCINU) di Belanda, Jerman, Belgia, Mesir, Prancis, Lebanon, Maroko, Saudi Arabia, Sudan, Siria, Turki, United Kingdom, Yaman.
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
Terkini
Lihat Semua