Polisi Masjidil Haram Puji Ketertiban Jemaah Indonesia
NU Online · Rabu, 3 Oktober 2012 | 08:06 WIB
Mekkah, NU Online
Komandan Pengamanan Khusus Masjidil Haram, Mekkah, Brigjen Polisi Yahya Musaid Zahrani mengatakan, selama ini jemaah haji Indonesia tergolong lebih tertib dan disiplin dibanding jemaah haji dari negara lain.
<>
"Koordinasi petugas keamanan Masjidil Haram dengan petugas keamanan haji Indonesia telah mempermudah penanganan atas terjadinya satu peristiwa," kata Yahya kepada 10 wartawan Indonesia yang menyertai pertemuannya dengan Kepala Misi Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Mekkah Arsyad Hidayat di kantornya lantai dua Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, Senin.
Indonesia mengerahkan 16 personil keamanan di lingkungan Masjidil Haram yang secara khusus bertugas menjaga keamanan jemaah haji Tanah Air yang tahun ini berjumlah 211.000 orang. Terkait koordinasi keamanan itu, Arsyad mengadakan pertemuan dengan pihak keamanan Masjidil Haram.
Yahya mengatakan, pada prinsipnya telah menjadi tugas pihak keamanan Masjidil Haram menjaga dan melayani jamaah haji dari seluruh dunia selama 24 jam di lingkungan Mesjidil Haram sesuai dengan ketentuan Departemen Dalam Negeri dan Gubernur wilayah Mekkah Kerajaan Arab Saudi.
Oleh sebab itu, bila ada sesuatu peristiwa, korban diminta langsung saja menghubungi polisi terdekat.
"Mudah-mudahan dalam waktu kurang dari satu jam peristiwa terjadi, polisi telah tiba," kata Yahya di ruang kerjanya yang dilengkapi layar CCTV yang silih berganti menampilkan gambar sudut-sudut penting Masjidil Haram, seperti sudut Hajar Aswat di salah satu pojok Kabah di tengah-tengah Masjidil Haram.
Usai pertemuan rombongan pengurus haji Indonesia di Mekkah dengan para pejabat keamanan Masjidil Haram, sebanyak 20 pejabat Indonesia, termasuk 10 wartawan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Daker Mekkah, dipandu dua anggota polisi, mencium Hajar Aswat Senin, beberapa menit sebelum waktu sholat zduhur tiba.
"Ini merupakan sejarah hidup bisa mencium batu Hajar Aswat dengan leluasa tanpa berdesak-desakan dengan jemaah lain," kata seorang anggota MCH yang telah tiga kali mencoba mencium Hajar Aswat selama seminggu di Mekkah, namun hanya sekali tangannya dapat menyentuh pinggirannya namun tidak dapat menciumnya, apalagi sampai kepala masuk ke dalam batu hitam berbentuk cekung tersebut.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
2
Khutbah Jumat: Bahaya Dengki terhadap Keluarga dan Tetangga
3
Berikut Daftar Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026-2031 Beserta Bidangnya
4
Prabowo Lantik Empat Wakil Menteri, Kepala BNPB, dan Pimpinan Badan Pengelola Gambut
5
Gus Ipul: Jangan Campuradukkan Muktamar NU dengan Persoalan Lain
6
Khutbah Jumat: Pentingnya Membantu Korban Kebakaran Hutan dan Lahan
Terkini
Lihat Semua