Saudi Larang Penggabungan Laki-Laki dan Perempuan di SD
NU Online · Rabu, 4 September 2013 | 21:50 WIB
Jakarta, NU Online
Kementerian Pendidikan Saudi Arabia memperingatkan sekolah dasar (SD) yang dikelola oleh lembaga swasta dan asing di negeri tersebut, agar tidak mencampur anak laki-laki dan perempuan dalam satu kelas.
<>
Aturan di negeri tersebut tidak mengizinkan penggabungan anak laki-laki dan perempuan, bahkan di tingkat sekolah dasar, kata seorang pejabat kementerian, seperti yang dilansir oleh Arab News.
Pihak kementerian pendidikan memperhatikan bahwa tahun lalu, beberapa sekolah melakukan pelanggaran dengan tidak memisahkan murid laki-laki dan perempuan. Hal ini dilakukan ketika sedang dilakukan uji coba pengajaran di sekolah untuk laki-laki dengan guru perempuan.
Kementerian meminta pemilik sekolah yang menjalankan uji coba tersebut untuk melakukan monitoring untuk melihat kondisi yang ada, sebagaimana diminta oleh Wakil Menteri Pendidikan Noura Al-Faiz.
Kementerian akan melakukan inspeksi dan mencatat pelanggaran. Jika pelanggaran tetap dilakukan dalam satu bulan, maka pemerintah akan melakukan peringatan, dan jika peringatan tersebut tidak diindahkan, maka kementerian akan melarang guru perempuan mengajar anak laki-laki.
Kementerian saat ini menetapkan bahwa perempuan diizinkan mengajar anak SD laki-laki dalam kelas terpisah. Bukan hanya di kelas, seluruh aktifitas antara anak laki-laki dan perempuan juga di pisahkan. (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
3
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
4
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua