Internasional

Tinggalkan Liverpool Akhir Musim Ini, Moh Salah Dinilai Kurangi Islamofobia di Inggris

NU Online  ·  Kamis, 26 Maret 2026 | 14:30 WIB

Tinggalkan Liverpool Akhir Musim Ini, Moh Salah Dinilai Kurangi Islamofobia di Inggris

Mohamed Salah saat perayaan raihan Liga Premier keduanya pada musim 2024-2025. (Foto: Instagram @mosalah)

Jakarta, NU Online

Mohamed Salah menyatakan diri bakal meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini. Hal tersebut ia sampaikan secara resmi melalui kanal media sosialnya yang diunggah pada Rabu (25/3/2026).


"Halo semuanya. Sayang sekali, hari itu telah tiba. Ini bagian pertama dari perpisahanku. Saya akan meninggalkan Liverpool pad akhir musim ini," ujarnya.


Dalam video itu, ia menyampaikan bahwa tak pernah terbayangkan dalam benaknya betapa mendalamnya Liverpool, baik klubnya, kotanya, hingga orang-orangnya menjadi bagian hidupnya.


"Liverpool bukan sekadar klub sepakbola. Ia adalah gairah. Ia adalah sejarah. Ia adalah jiwa. Saya tak bisa menguraikannya dengan kata-kata," ucapnya.


Ia menegaskan keberhasilannya bersama segenap bagian dari klub dalam merayakan kemenangan, meraih piala-piala terpenting, dan berjuang bersama melalui hari-hari yang berat.


"Saya berterima kasih kepada segenap bagian dari klub ini selama saya di sini, khususnya rekanan setim yang lalu dan sekarang," ujarnya.


"Juga para penggemar, saya tidak punya cukup kata. Dukungan yang kalian tunjukkan untukku melewati waktu terbaik dalam karierku dan berdiri bersama saya di waktu tersulitku, itu sesuatu yang tidak bakal saya lupakan dan sesuatu yang bakal selalu saya ambil," lanjutnya.


Meninggalkan Liverpool tentu bukan perkara mudah baginya. Namun, para penggemar memberinya waktu terbaik. Ia pun menegaskan bahwa dirinya akan senantiasa menjadi salah satu bagian dari para penggemar itu.


"Klub ini bakal selalu menjadi rumah, bagi saya dan keluarga saya," katanya.


"Terima kasih untuk segalanya. Karena kalian semua, saya tidak akan berjalan sendirian," pungkasnya.


Rekor Mo Salah

Salah telah bermain selama sembilan tahun bagi Si Merah (The Reds) dengan catatan permainan yang gemilang. Bukan saja telah membukukan gol terbanyak, tetapi ia juga berhasil menurunkan islamofobia di Inggris.


Dilansir dari laman resmi Liverpool, pria bernomor punggung 11 itu mencatatkan rekor sebagai pemain dengan kontribusi gol terbanyak bagi satu klub di Liga Premier. Ia membukukan 189 gol plus 92 asis sepanjang kariernya di Anfield sejak tahun 2017.


Ia juga mencetak 53 gol bagi Liverpool di kompetisi Eropa. "Tidak ada seorang pun dalam sejarah Reds yang mencetak lebih banyak gol daripada pemain internasional Mesir itu di pertandingan Eropa, dengan 48 di antaranya datang di Liga Champions," tulis situsweb Liverpool.


Sementara itu, dalam sejarah klub, ia menjadi pencetak gol terbanyak ketiga dengan 255 gol di bawah Ian Rush (346) dan Roger Hunt (285). Sementara 100 gol pertamanya dicapai pada September 2021 dalam 151 kali penampilannya dan menjadi rekor klub.


Selain gol, ia juga membukukan 119 asis bagi rekan-rekan setimnya. Dari total itu, 92 di antaranya diberikan di Liga Inggris, jumlah yang sama dicapai Gerrard itu tidak dapat dilampaui oleh pemain Liverpool lainnya.


Salah juga memegang rekor gol tercepat klub yang dicetak dalam pertandingan Piala Eropa. Ia mencetak gol setelah 55 detik melawan FC Midtjylland pada Desember 2020. 


Pada musim 2024-2025, pemain berjuluk Raja Mesir itu mengumpulkan keterlibatan gol terbanyak oleh seorang pemain dalam satu musim Liga Inggris berisi 38 pertandingan, dengan 29 gol dan 18 asis. Salah juga telah mencapai angka 30 gol dalam satu musim sebanyak lima kali selama berada di klub.


Pada debutnya di Anfield, 2017-2018, Salah memberikan gol terbanyak kedua dari seorang pemain dalam satu musim dalam sejarah Reds, yakni dengan 44 gol. Ia di bawah Ian Rush yang berhasil membukukan 47 gol pada musim 1983-1984.


Di Liga Premier, Salah juga memegang rekor sebagai pemain dengan catatan gol sekaligus asis dalam satu pertandingan terbanyak, yakni 42 pertandingan. Bersama Sergio Aguero dan Harry Kane, ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bulanan Liga Inggris sebanyak tujuh kali. Ia juga meraih sepatu Emas Liga Inggris sebanyak empat kali bersama Thierry Henry.


Sementara di Liga Champions, ia mencatat sebagai pemegang hattrick tercepat, yakni 6 menit, 12 detik. Hal ini terjadi saat melawan Rangers pada Oktober 2022.


Salah juga kerap mencetak gol dengan indah melalui kaki kirinya. Tak pelak, salah satu golnya dalam derbi Merseyside di Anfield pada Desember 2017 meraih Penghargaan Puskas FIFA pada 2018.


Sementara itu, di hadapan Manchester United, Salah membukukan 16 gol, terbanyak dibandingkan dengan klub lainnya. Dari total gol itu, tiga di antaranya dicetak dengan hattrick pada Oktober 2021. "Salah menjadi pemain tamu pertama dalam sejarah Liga Inggris yang mencetak hat-trick di Old Trafford," demikian situsweb Liverpool mencatat.


Kualitas penampilannya dinilai layak masuk dalam Tim Terbaik Liga Inggris versi PFA selama empat kali. Tiga di antaranya dinilai sebagai pemain terbaik PFA. "Menjadi pemain pertama yang meraih penghargaan tersebut sebanyak tiga kali," tulis Liverpool.


Dari sembilan musimnya bersama Liverpool, Salah meraih delapan tropi, mencakup dua gelar Liga Inggris, satu Liga Champions, satu Piala FA, dua Piala Liga, Piala Dunia Antarklub FIFA, dan Piala Super UEFA.


Penurunan islamofobia

Di samping catatan rekor atas penampilannya, Salah juga memberikan pengaruh positif di luar lapangan dengan penurunan angka islamofobia dan kejahatan kebencian. Studi yang dilakukan akademisi dari Universitas Stanford, Universitas Yale, dan Universitas Colorado Bulder menunjukkannya.


Hal ini termaktub dalam artikel jurnal yang terbit di Cambridge University Press dalam judul Can Exposure to Celebrities Reduce Prejudice? The Effect of Mohamed Salah on Islamophobic Behaviors and Attitudes (Apakah Paparan terhadap Selebritas Dapat Mengurangi Prasangka? Dampak terhadap Perilaku dan Sikap Islamofobia).

 

Sejak bergabung pada medio 2017, ada penurunan kejahatan kebencian di wilayah Merseyside sebesar 16 persen dibandingkan dengan perkiraan jika Salah tidak bergabung. Penurunan ini bersifat unik untuk kategori kejahatan kebencian dan tidak ditemukan pada kategori kejahatan lainnya di wilayah yang sama.


Di samping itu, ujaran kebencian di media sosial juga turun hampir separuhnya, dari 7,3 persen menjadi 3,8 persen. Riset ini dilakukan terhadap 15 juta twit penggemar sepak bola di Inggris. Penggemar Liverpool mengurangi frekuensi unggahan twit anti-Muslim hingga separuhnya dibandingkan dengan penggemar klub besar lainnya di Liga Inggris.


Berikutnya, riset juga menunjukkan adanya perubahan sikap dan pandangan terhadap Islam. Survei terhadap 8.060 penggemar Liverpool memberikan informasi yang menonjolkan identitas Muslim Salah (seperti kegiatannya beribadah) meningkatkan keyakinan bahwa Islam selaras dengan nilai-nilai Inggris sebesar 5 poin persentase.


Melalui hipotesis kontak parasosial, riset itu menunjukkan bahwa Salah adalah pemain elit yang sangat sukses dan disukai, yang tampil secara rutin di hadapan jutaan penggemar. Ia menunjukkan identitasnya sebagai Muslim melalui selebrasi sujud syukur, nama Mohamed yang tersemat pada dirinya, hingga penampilan istrinya yang berkerudung. Hal itu memicu penggemar Liverpool membuat lagu dengan diksi Muslim dan Masjid yang dinilai para peneliti membantu menormalisasi citra Muslim di mata masyarakat.


Sebagaimana diketahui, terdapat nyanyian khusus untuk Mo Salah.

If he scores another few
Then I’ll be Muslim, too.
If he’s good enough for you,
He’s good enough for me.
Sitting in a mosque, 
That’s where I wanna be.


Jika dia mencetak gol beberapa lagi
Kemudian saya akan menjadi Muslim juga
Jika dia cukup baik untukmu
Dia juga baik untukku
Duduk di masjid
Itulah di mana saya akan berada

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang