Yordania Kritik Rencana Israel Bangun Rel Kereta Hubungkan Tel Aviv dan Yerusalem
NU Online · Jumat, 21 Februari 2020 | 12:50 WIB
Negeri yang saat ini dipimpin oleh Raja Abdullah itu menyebut langkah Israel sebagai "pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional".
Dikutip BBC, juru bicara Kementrian Luar Negeri Yordania, Daifallah al-Fayez menyerukan agar komunitas internasional "menjalankan tanggung jawab untuk menghentikan langkah-langkah Israel yang tidak sah dan melanggar hukum".
Yordania punya tanggung jawab khusus untuk mengawasi situs suci Muslim Yerusalem termasuk kawasan di belakang Dinding Ratapan yang dikenal oleh kaum Muslim sebagai al-Haram al-Sharif melalui yayasan yang dikenal dengan nama Waqf.
Menteri Transportasi Israel menyatakan hari Senin (17/2) kemarin bahwa rute baru telah disetujui sebagai lanjutan dari jalur kereta cepat antara Tel Aviv dan Yerusalem.
Terowongan sepanjang tiga kilometer akan mengarah ke Dinding Ratapan - situs yang dianggap paling suci agama Yahudi - di bagian timur kota yang diduduki.
Kawsan ini dikenal oleh Yahudi sebagai Temple Mount. Status Yerusalem ini merupakan salah satu inti persoalan konflik Israel-Palestina.
Israel menganggap Yerusalem sebagai ibu kota mereka yang "abadi dan tak terbagi" sementara Palestina beranggapan bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sesudah perang Timur Tengah tahun 1967 - merupakan ibu kota mereka di masa depan.
Israel berencana untuk mengembangkan jalur cepat Tel Aviv-Yerusalem hingga ke Dinding Ratapan yang megundang jutaan pengunjung dan peziarah setiap tahun. Rencana ini diresmikan tahun 2017 oleh Menteri Transportasi Israel Katz.
Kementrian Transportasi Israel mengumumkan Dewan Perencanaan dan Pembangunan Nasional telah menyetujui rute baru perluasan rel kereta mengikuti arahan pengganti Katz, Bezalel Smotrich, menurut media Israel.
Mereka tidak mengumumkan rincian rute tersebut dan dilaporkan akan melibatkan pembangunan dua stasiun bawah tanah dan menggali terowongan di bawah tanah pusat kota Yerusalem.
Bulan November lalu, pihak berwenang Israel menyetujui rencana untuk membangun jaringan kereta gantung yang akan membawa pengunjung sejauh 1,4 km dari Yerusalem Barat ke Dinding Ratapan.
Pihak berwenang mengatakan proyek ini akan mengurangi kemacetan, tetapi para pengkritik mengatakan ini akan merusak lanskap Kota Tua - yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO.
Pewarta: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua