Jabar

Data BPBD Awal Tahun 2026: 26.318 Warga Jabar Terdampak Bencana Alam

NU Online  ·  Jumat, 16 Januari 2026 | 12:00 WIB

Data BPBD Awal Tahun 2026: 26.318 Warga Jabar Terdampak Bencana Alam

Longsor terjadi di wilayah Jabar (Foto: Pemprov Jabar)

Bandung, NU Online Jabar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan sebanyak 26.318 warga terdampak bencana alam sejak 1 hingga 13 Januari 2026. Dalam periode ini, tercatat 18 kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah di Jawa Barat.


Data BPBD mencatat bencana yang terjadi meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor. Dampaknya antara lain empat rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, 38 rumah rusak ringan, serta 5.843 bangunan terendam banjir. Selain itu, tercatat 11 rumah ibadah terdampak, satu fasilitas kesehatan, dan tiga fasilitas pendidikan.


Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Alo Mulku Engkin, menyampaikan bahwa banjir mendominasi dengan 10 kejadian, diikuti enam kejadian cuaca ekstrem. Ia menegaskan tidak ada laporan bencana kekeringan selama periode ini.


“Di Jawa Barat sendiri ini memang ada banjir, kemudian tanah longsor,” kata Teten, Selasa (13/1/2026).


Teten menjelaskan bahwa seluruh wilayah Jawa Barat berpotensi terdampak bencana, namun Kabupaten Karawang menjadi daerah yang paling sering mengalami banjir dan cuaca ekstrem.


“Cuaca ekstrem paling banyak di Karawang, banjir juga di sana, karena dampak cuaca ekstrem,” ujarnya.


Selain itu, bencana longsor skala kecil juga terjadi di Karawang. Meski demikian, Teten memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut.


“Alhamdulillah korban jiwa sampai dengan hari ini masih nol,” kata dia.


Ia menambahkan bahwa empat orang yang meninggal dunia di Jatinangor bukan disebabkan bencana alam, melainkan akibat kecelakaan kerja. Kabupaten Sukabumi juga termasuk wilayah yang kerap dilanda bencana.


Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang