Pastikan Tepat Sasaran, Pemprov Jakarta Perlu Prioritaskan Bantuan untuk Guru Ngaji di Perkampungan
NU Online · Rabu, 16 Juli 2025 | 06:00 WIB
Jakarta, NU Online Jakarta
Ketua Rabithah Ma’had Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) DKI Jakarta KH Rakhmad Zailani Kiki meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan anggaran bantuan Rp 3,5 miliar per bulan untuk para guru ngaji di lapisan bawah.
Menurutnya, banyak guru ngaji di lapisan bawah selama ini berjuang di tengah keterbatasan ekonomi, terutama mereka yang berkhidmah di kampung-kampung, rusun, serta masjid-masjid kecil yang luput dari perhatian.
“Kalau benar ada anggaran per bulan untuk guru ngaji, saya sangat berbahagia. Tapi tolong tepat sasaran. Guru ngaji yang mengajar di hunian-hunian vertikal, di rusun, yang masjidnya kurang makmur, itulah yang harus jadi prioritas,” ujar Kiai Kiki kepada NU Online Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Kiai Kiki juga menyebutkan bahwa guru ngaji yang tinggal di permukiman padat maupun rusun-rusun Jakarta pada umumnya mereka mengajar di lingkungan yang ekonominya lemah. Bahkan kata dia, mereka seringkali hanya menerima upah jauh di bawah kebutuhan hidup layak di Jakarta.
“Ada guru ngaji yang saya tugaskan ngajar di rusun Pademangan, rumahnya di Koja. Jarak jauh, bayaran sedikit. Karena memang kemampuan jamaahnya juga terbatas,” kata dia.
Kiai Kiki menyarankan, untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran, pemerintah harus merujuk pada basis data yang tersedia di berbagai lembaga keagamaan.
Kiai Kiki menyampaikan bahwa RMINU Jakarta memiliki data guru ngaji melalui cabang-cabangnya, termasuk Lembaga Dakwah NU (LDNU), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama, hingga Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta.
“Data-data guru ngaji ini tersebar, tapi bisa disinkronkan. KODI, misalnya, punya ribuan alumni pendidikan dakwah yang kini menjadi guru ngaji. Itu semua bisa jadi rujukan,” jelas Kiai Kiki.
Selengkapnya klik di sini.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua