Budaya Kebermanfaatan Perlu Ditumbuhkan di Lingkungan Kampus
NU Online Ā· Ahad, 12 Juli 2026 | 09:00 WIB
SEMARANG, NU Online Jateng
Prestasi akademik bukan satu-satunya tolok ukur bahwa sebuah kampus telah menyandang predikat unggul, tetapi sisi kemanfaatan yang diperoleh masyarakat atas kehadirannya juga menjadi penanda atas predikat itu.
Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) SemarangĀ Prof Helmy PurwantoĀ mengatakan agar kehadiran kampus juga dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat maka perlu ditumbuhkan semangat dan budaya berbagi dengan lingkungannya.
"Budaya berbagi harus terus ditumbuhkan di lingkungan kampus. Karena kampus yang unggul bukan hanya ditandai oleh prestasi akademik saja, tetapi juga kehadirannya juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Prof Helmi di Semarang, Jum'at (10/7/2926).
Menurutnya, budaya berbagi merupakan bagian dari aktualisasi nilai-nilai kepedulian sosial yang dalam rangkaian kegiatan menjelang dies natalis ke-26 Unwahas pada tahun 2026 ini diwujudkan melalui kegiatan santunan anak yatim piatu di masjid Nurul Ulum di komplek kampus 1 , Jl Menoreh Sampangan Gajahmungkur Kota Semarang, Selasa (8/7/2026) lalu.
Kegiatan santunan yatim, lanjutnya, bukan sekadar agenda rutin dalam peringatan Dies Natalis, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun karakter sivitas akademika yang berintegritas, peduli, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Dia nenambahkan, Unwahas didirikan bukan hanya untuk mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk insan yang berakhlakul karimah, memiliki kepedulian sosial, dan siap mengabdikan ilmu demi kemaslahatan umat dan bangsa.Ā
Karena itu, ujarnya, kegiatan santunan seperti ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari ikhtiar menanamkan nilai rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan kampus, kepedulian terhadap anak yatim merupakan salah satu ajaran yang sangat ditekankan dalam Islam.
Ā Dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah yang menjadi landasan nilai Universitas Wahid Hasyim, kebermanfaatan seseorang diukur dari sejauh mana ia mampu memberikan manfaat kepada sesama.
Dikatakan, selain santunan, juga digelar khotmil Qur'an dan doa bersama. Dies natalis tahun ini mengusung tema "Transformasi 26 Tahun: IDEA untuk Unwahas Mendunia". IDEA merupakan akronim dari Internasionalisasi, Digitalisasi, Entrepreneurship/Leadership, dan Aswaja.
"Tema ini mencerminkan komitmen Unwahas dalam membangun perguruan tinggi yang unggul di tingkat global tanpa meninggalkan jati diri sebagai kampus Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jamaāah (Aswaja)," tuturnya.
SelengkapnyaĀ klik di sini.
Terpopuler
1
Melalui PBNU, YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Quran untuk PWNU dan PCNU
2
Nasirun, Keluarganya, dan Tarekat
3
Disertasi tentang Orientasi Doktrinal NU Antar Asikin Sumarto Raih Doktor di University of Jordan
4
PBNU Pastikan Pesantren Tambakberas Siap Tampung 3.000 Lebih Peserta Muktamar Ke-35 NUĀ
5
Baznas Ajak Elemen Bangsa Perkuat Persatuan melalui Gerakan Zakat
6
Masuk Bursa Bakal Calon Ketua Umum PBNU, Ini Kiprah dan Profil KH Marsudi Syuhud
Terkini
Lihat Semua