Geliat Ekonomi Jateng saat Libur Lebaran: UMKM Bergairah, Wisatawan Meningkat
NU Online · Senin, 30 Maret 2026 | 08:01 WIB
Semarang, NU Online
Arus mudik dan balik Lebaran 2026 tidak hanya menghadirkan kisah pertemuan keluarga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah.
Di sepanjang jalur strategis, terutama sekitar Exit Tol Salatiga hingga koridor Semarang-Solo, aktivitas ekonomi tampak meningkat signifikan. Warung makan, pedagang kaki lima, hingga restoran ramai diserbu pemudik yang singgah untuk beristirahat.
Salah satu yang merasakan lonjakan tersebut adalah rumah makan ayam goreng di kawasan Tuntang, Kabupaten Semarang. Pengelolanya, Sapta Aprilia (40), menyebut omzet usahanya meningkat hingga dua kali lipat selama libur Lebaran.
“Peningkatannya bisa dibilang drastis, sekitar 100 persen. Kalau hari biasa omzet Rp2 juta sampai Rp3 juta, saat Lebaran bisa tembus Rp5 juta lebih per hari,” ujarnya, Ahad (29/3/2026) diberitakan NU Online Jateng.
Lonjakan pengunjung terlihat dari padatnya area parkir yang dipenuhi kendaraan berpelat luar daerah. Untuk menjaga kualitas layanan, ia bahkan menambah dua tenaga kerja harian.
Hal serupa dialami pedagang mie ayam dan bakso di jalur Semarang-Solo wilayah Tuntang. Dalam kondisi normal, kebutuhan mie hanya sekitar 5-7 kilogram per hari. Namun saat musim Lebaran, jumlah tersebut melonjak hingga 25 kilogram per hari.
“Habis terus, ambil lagi, habis lagi,” tuturnya menggambarkan tingginya permintaan.
Sementara itu, sektor kafe dan restoran juga mencatat peningkatan, meski dengan pola berbeda. Manager Reinz Cafe dan Resto di Demak, Aziz, menjelaskan lonjakan pengunjung lebih didominasi reservasi untuk acara halalbihalal dan reuni keluarga.
“Jadwal sudah penuh sampai minggu depan karena banyak reservasi dari jauh hari,” katanya.
Namun demikian, kunjungan spontan atau walk-in justru cenderung menurun, diduga karena faktor cuaca yang tidak menentu.
Di sisi lain, sektor pariwisata turut menikmati dampak positif dari momentum Lebaran. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selama periode H-7 hingga H+4 Lebaran 2026, tercatat sebanyak 687.470 kunjungan wisatawan, meningkat 5,25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 653.178 kunjungan.
Sejumlah destinasi unggulan menjadi magnet utama wisatawan, seperti Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Guci, Pantai Menganti, Kota Lama Semarang, Benteng Fort Willem I Ambarawa Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga, serta Candi Prambanan.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menilai peningkatan ini menunjukkan bahwa momentum Lebaran menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, baik dari sisi konsumsi masyarakat maupun sektor pariwisata.
Dengan tingginya mobilitas pemudik dan wisatawan, Lebaran 2026 kembali membuktikan perannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi lokal yang mampu menghidupkan berbagai sektor usaha di Jawa Tengah.
Terpopuler
1
Kunjungi Dubes Iran, Ketum PBNU Sampaikan Solidaritas dan Dukungan Moral
2
DPR Akan Bahas dan Kawal Proses Hukum Kasus Dugaan Pelecehan oleh Juri Tahfidz TV
3
Pemerintah Akan Pangkas MBG Jadi 5 Hari, Begini Penjelasan Kepala BGN
4
Israel Tutup Masjid Al-Aqsa, Larang Warga Palestina Shalat Jumat
5
Gus Yahya Sampaikan Pesan KH Nurul Huda Djazuli agar Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
6
Komnas HAM Desak Penyelidikan Transparan Usai Kabais Mundur Buntut Anggotanya Terlibat Penyiraman Air Keras
Terkini
Lihat Semua