Hebitren akan Bangun Pusat Ekonomi dan Jasa Keuangan Pesantren Secara Nasional
NU Online · Jumat, 4 Oktober 2024 | 11:00 WIB
Semarang, NU Online
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) KH Muhammad Hasib Wahab menyampaikan program-program Hebitren Indonesia.
Kiai Hasib menuturkan bahwa DPP Hebitren akan membuat suatu lembaga dengan filantropi sosial guna mengumpulkan dana-dana sosial, zakat, dan sedekah.
DPP Hebitren juga hendak membangun "markas" yang akan menjadi pusat ekonomi dan jasa keuangan pesantren secara nasional untuk dapat memantau langsung informasi bisnis pesantren.
“Insyaallah dalam waktu dekat ini akan membangun ‘Menara Pesantren’ 25 lantai,” ujarnya, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.
Ia juga mengatakan bahwa kelembagaan Hebitren secara legalitas harus diurus sebagai perkumpulan hingga proses akta pendiriannya ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham).
“Program ini sudah jalan di tahun pertama. Nah terus, kedua kita meningkatkan hubungan kemitraan dan kemitraan ini adalah kita dengan mitra utama,” ucap Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.
Sementara itu, Ketua DPW Hebitren Jawa Tengah H Muhammad Imaduddin Masruri (Gus Imad) menyampaikan bahwa pihaknya akan terus bersinergi dengan stakeholder yang berada di wilayah Jawa Tengah.
Menurutnya, himpunan ini dibentuk sebagai upaya pesantren di Indonesia untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam bidang ekonomi, dengan harapan terwujudnya kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren.
“Caranya melalui unit-unit usaha yang dikembangkan di pesantren dan dikelola secara profesional,” ujarnya.
Menurutnya, sangat penting membangun kemandirian ekonomi pesantren-pesantren di Indonesia, terlebih Jawa Tengah. Hal itu agar produk asli pesantren mampu bersaing melalui unit usaha di dunia luar.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
Terkini
Lihat Semua