Jateng

Pembentukan Karakter dan Kepribadian Lahir dari Keteladanan dan Pembiasaan

NU Online  ·  Jumat, 12 Juni 2026 | 17:00 WIB

Pembentukan Karakter dan Kepribadian Lahir dari Keteladanan dan Pembiasaan

KH Nur Machin Chudlori saat memberikan tausiyah pada Haflah Awwalussanah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Patebon yang digelar di asrama putra pondok pesantren tersebut, Selasa (9/6/2026). (Foto: NU Kendal Online)

Kendal, NU Online Jateng

Pengasuh Pondok Pesantren Salaf Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Nur Machin Chudlori, menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Menurutnya, karakter bukan sekadar teori, melainkan sikap dan tindakan yang telah melekat dalam diri.


Hal itu disampaikannya saat memberikan tausiyah pada Haflah Awwalussanah Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi'in Patebon yang digelar di asrama putra pondok pesantren tersebut, Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti para santri, asatidz, wali santri, serta masyarakat sekitar, dan diawali dengan prosesi khataman Juz Amma bil hifdzi oleh para santri.


Dalam ceramahnya, Kiai Machin menekankan bahwa keberhasilan pendidikan pesantren tidak terlepas dari keikhlasan para kiai dan ustadz yang mengabdikan diri semata-mata karena Allah swt.


“Para guru yang mengajar dan berjuang ini melakukan satu hal yang sangat mulia demi mengharap rida Allah swt. Mereka terus memikirkan bagaimana caranya agar seluruh santri bisa menjadi pribadi yang baik,” jelasnya.


Menurutnya, pendidikan karakter yang sejati lahir dari proses pembiasaan dan keteladanan yang berlangsung secara terus-menerus di lingkungan pesantren.


Kiai Machin turut mengingatkan para orang tua bahwa memondokkan anak merupakan ikhtiar menghadirkan lingkungan pendidikan yang baik bagi putra-putri mereka. Namun, tanggung jawab orang tua tidak berhenti ketika anak telah berada di pesantren.


“Orang tua wajib mendukung anak yang sedang mencari ilmu di pondok secara lahir dan batin. Tugas orang tua di rumah adalah mendoakan anak dan mencarikan barokah atau ziyadatul khair melalui amal saleh yang pahalanya dikhususkan untuk anak, misalnya dengan memperbanyak sedekah,” pungkasnya.


Selengkapnya klik di sini.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang