Petani di Pati Keluhkan Sawah Banjir Akibat Proyek Kopdes Merah Putih, Ganggu Aktivitas Pertanian
NU Online · Jumat, 13 Maret 2026 | 12:30 WIB
Pati, NU Online
Petani di Desa Sarirejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengeluhkan sawah mereka yang kerap tergenang banjir sejak adanya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Proyek tersebut mengganggu aktivitas pertanian dan berpotensi menyebabkan kerugian bagi para petani.
Sugiharto, salah satu petani setempat, mengatakan genangan air mulai sering terjadi sejak proyek pembangunan koperasi tersebut berjalan. Menurutnya, saluran pembuangan air di tepi sawah yang seharusnya menjadi jalur aliran air justru tertutup material bangunan.
"Sawah ini adalah titik akhir aliran air. Biasanya kalau hujan dua jam, air cepat surut. Sejak ada bangunan Koperasi Desa Merah Putih, air meluap terus. Biasanya dua hari kering, sekarang dua minggu tidak habis-habis," ungkap Sugiharto, sebagaimana dikutip NU Online Jateng.
Akibat genangan tersebut, aktivitas pertanian di wilayah itu terganggu. Bahkan, kondisi ini menyebabkan sejumlah petani mengalami gagal tanam hingga gagal panen. Sugiharto mengaku kerugian yang dialaminya mencapai sekitar Rp30 juta.
"Ini terdampak 10 hektar lebih, petani rugi total. Kedua gagal panen, tanam hilang, terendam, udah dua kali," keluhnya.
Para petani pun mendesak Pemerintah Desa Sarirejo dan pihak pengelola proyek untuk segera mengambil langkah penanganan. Mereka meminta dibuatkan saluran air atau selontong menuju Sungai Simo agar aliran air dapat kembali lancar.
Ia menilai jalur tersebut sangat penting untuk mengalirkan luapan air dari wilayah Kutoharjo hingga Simo sehingga tidak menumpuk di area persawahan.
Selain persoalan saluran air, Sugiharto menyayangkan minimnya koordinasi dan sosialisasi dari pihak pengembang kepada warga sebelum proyek dimulai.
"Petani udah ngasih masukan ke Kodim 0718/Pati dan perangkat, Sekdes (sekretaris desa), katanya mau ditindaklanjuti, dilebarkan, nyatanya tetap mangkrak," ujarnya.
Ia juga mengusulkan agar dibuatkan pintu air di depan pintu Kampoeng Pati serta saluran tambahan ke arah timur, tepatnya di depan Garudafood, agar arus air tidak menumpuk di satu jalur.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua