Mufti Kerajaan Perak Malaysia Belajar Tarekat ke JATMAN
NU Online · Ahad, 23 November 2025 | 21:00 WIB
Surabaya, NU Online
Para mufti (pemberi fatwa) dari Kerajaan Perak, Malaysia berkunjung ke Surabaya untuk belajar tentang thariqah (tarekat/pendekatan kepada Tuhan) dengan bersilaturrahmi kepada Idarah Wustha Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Jawa Timur, pada Sabtu (22/11/2025).
Delegasi mufti dari Perak-Malaysia yang dipimpin Dato' Sri Haji Wan Zahidi bin Wan Teh itu diterima Rais Mustafat JATMAN Jatim KH Muhsin Nurhadi, Mudir JATMAN Jatim KH Mustofa Badri, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Romdlon Chotib, dan Wakil Sekretaris PWNU Jatim Prof H M Noor Harisudin.
Dato' Sri Haji Wan Zahidi mengucapkan terima kasih atas sambutan pengurus JATMAN dan PWNU Jatim yang penuh keakraban. Menurutnya, NU itu sama dengan Islam di Malaysia yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
“Karena itu kami ingin bertukar pengalaman," katanya.
Seorang anggota delegasi mufti Malaysia memperjelas tukar pengalaman yang diharapkan, yakni terkait dengan rencana para mufti dari Perak-Malaysia untuk memasukkan paham Aswaja dengan ajaran tarekat/tasawufnya diakui negara dalam regulasi undang-undang (UU), mengingat masuknya paham Wahabi yang suka mengkafirkan.
Menanggapi hal itu, Mudir JATMAN Jatim KH Mustofa Badri menyatakan tertarik dengan lawatan para mufti dari Perak-Malaysia yang sangat lembut, sesuai dengan paham NU. Ia menyebut bahwa tarekat JATMAN juga mengajarkan mahabbah/cinta dan tidak mudah mengkafirkan pihak lain.
"Saya merasa terharu dengan lawatan mahabbah yang didasari kecintaan itu. NU sendiri lahir dari cinta melalui Komite Hijaz yang memprotes Wahabi yang merusak khazanah lama, seperti makam Nabi dan mengkafirkan. Setelah Komite Hijaz sukses itu, maka ulama merasa perlu mempertahankan Aswaja dengan mendirikan NU," ungkapnya.
Karena itu, Malaysia dan Indonesia harus saling bekerja sama untuk menyelamatkan masyarakat dari dari ajaran Wahabi yang mudah menyesatkan/mengkafirkan.
"NU sendiri bertujuan untuk menjaga agama, menjaga negara, dan menjaga umat dengan dakwah," terangnya.
Baca selengkapnya di sini.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua