Tips Cegah Bau Mulut dan Masalah Gigi Selama Puasa Ramadhan
NU Online · Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ayu Lestari
Kontributor
Jakarta, NU Online
Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa Ramadhan sama pentingnya dengan menjaga pola makan dan kebugaran tubuh. Selama berpuasa sekitar 12 jam tanpa asupan makanan dan minuman, produksi air liur menurun sehingga mukosa mulut menjadi lebih kering. Kondisi ini memicu berkembangnya bakteri di rongga mulut yang dapat menyebabkan bau mulut (halitosis).
Dokter spesialis gigi Irma Rosalina menjelaskan, mulut kering juga dapat memicu munculnya sariawan yang mengganggu kenyamanan beribadah.
“Masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering muncul saat berpuasa antara lain bau mulut, sariawan, radang gusi yang ditandai gusi mudah berdarah, serta gigi berlubang,” ujarnya kepada NU Online, Rabu (25/2/2026).
Menurut Irma, berkurangnya produksi air liur menyebabkan sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dan gusi lebih mudah menghasilkan zat asam. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu karies (gigi berlubang), radang gusi, hingga bau mulut.
Dalam jangka panjang, lanjutnya, bakteri dari gigi berlubang dan gusi yang meradang berisiko masuk ke pembuluh darah dan berdampak pada kesehatan jantung.
Ia menambahkan, bau mulut saat puasa tidak hanya disebabkan oleh kondisi lambung kosong, tetapi juga akibat menurunnya produksi air liur yang membuat bakteri menghasilkan gas berbau.
Untuk mencegah masalah tersebut, Irma menyarankan beberapa langkah perawatan. Pertama, menyikat gigi minimal dua kali sehari, yakni sebelum tidur dan setelah sahur. Kedua, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss). Ketiga, membersihkan lidah menggunakan pembersih lidah. Keempat, berkumur dengan obat kumur antiseptik.
Selain itu, ia mengimbau agar sebelum tidur dan setelah sahur menghindari makanan berbau menyengat seperti petai dan bawang, serta makanan dan minuman tinggi gula dan lemak yang dapat meningkatkan risiko bau mulut.
Irma juga menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali meskipun tidak ada keluhan. Pembersihan karang gigi (scaling) tetap dapat dilakukan saat Ramadhan, sebaiknya setelah berbuka puasa untuk mengantisipasi kemungkinan tertelannya air.
“Tindakan seperti penambalan dan pencabutan gigi pada dasarnya tidak membatalkan puasa selama tidak berlebihan. Namun sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan dokter gigi,” pungkasnya.
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua