Bertemu, GP Ansor Sekawasan Timur Singgung soal Suksesi
NU Online · Ahad, 22 November 2015 | 04:00 WIB
Manado, NU Online
Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor se-Kawasan Timur Indonesia (KTI) telah melangsungkan pertemuan di Manado, Sulawesi Utara, menjelang Kongres XV GP Ansor yang bakal digelar Sleman, Yogyakarta, 25-27 November 2015 mendatang.
<>
Beberapa ketua PW GP Ansor yang hadir antara lain Muh. Tonang (PW Sulsel), Sudirman AZ (PW Sulbar), Hanafi Renwari (PW Maluku), Abdul Salam Loga (PW Sultra), Salim Tayib (PW.Maluku Utara), Adha Najamuddin (PW Sulteng), Fadlianto (PW Gorontalo), Amir Mananbun (PW Papua dan Papua Barat), dan selaku tuan rumah Beny Ramdhani (PW Sulut).
Forum tersebut di antaranya membahas beberapa poin tentang strategi pengembangan organisasi GP Ansor yang mesti menjadi perhatian Kongres ke XV yang dilaksanakan di di Pesantren Sunan Pandanaran, Jalan Kaliurang Km 12,5 Sardonoharjo, Kabupaten Sleman itu.
“Dalam pertemuan ini kita lebih fokuskan perhatian agar Pimpinan Pusat GP Ansor juga memberikan perhatian dan pemerataan kegiatan khususnya kepada GP Ansor yang ada di wilayah KTI,” tutur Sudirman AZ Ketua PW GP Ansor Sulawesi Barat.
Pada pertemuan yang berlangsung Jumat (20/11) itu, imbuhnya, peserta juga membahas tentang ke mana arah dukungan pimpinan wilayah dan pimpinan cabang GP Ansor se-KTI mengenai calon ketua umum Pimpinan Pusat GP Ansor periode 2015-2019.
Dalam kesempatan tersebut, PW GP Ansor se-KTI juga membahas dan menekankan agar Sekretaris Jendral GP Ansor ke depan yang mendampingi ketua terpilih berasal dari perwakilan Timur. Mereka mengusulkan tiga calon sekjen antara lain Mas’ud Saleh, Saleh Ramli, dan Faisal Saimima.
Momen tersebut juga menjadi ajang rapat koordinasi Pimpinan Cabang GP Ansor se-Sulawesi Utara. Kegiatan ini mengangkat tema “Mengawal Pluralisme, Melawan Radikalisme dan Meneguhkan Nasionalisme”. (Sudianto/Mahbib)
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
Pemerintah Iran Respons Protes Ekonomi dan Kebebasan Sipil di Sejumlah Kota
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua