BMKG Ungkap Bibit Siklon 92W Picu Ancaman Cuaca Ekstrem Meluas di Indonesia
NU Online · Rabu, 6 Mei 2026 | 12:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap potensi cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada awal Mei 2026. Fenomena ini dipicu oleh terbentuknya Bibit Siklon Tropis 92W yang sempat berkembang di wilayah Samudra Pasifik utara Papua sebelum akhirnya dinyatakan tidak aktif.
Bibit Siklon Tropis 92W mulai terbentuk pada Senin (4/5/2026) pukul 01.00 WIB di sekitar Samudra Pasifik utara Papua dan menyebabkan gelombang tinggi di wilayah Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua. Dalam perkembangannya, sistem ini memicu berbagai gangguan cuaca, termasuk peningkatan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah.
Prakirawan Cuaca BMKG, Sufia Nur Ahadiah menjelaskan bahwa pada fase awal, bibit siklon tersebut memiliki karakteristik atmosfer yang cukup aktif.
“Bibit Siklon 92W diprediksi berada di Samudra Pasifik Utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15 knot, tekanan udara minimum 100 hPa dengan arah gerak ke barat. Dalam 24 jam ke depan, aktivitas bibit siklom tropis 92W diprediksi akan meningkat dengan kecepatan 20 knot dan bergerak ke arah Barat-Barat Daya dengan tekanan 106 hPa,” ujarnya, pada Selasa (5/5/2026) malam.
Ia mengatakan bahwa sistem ini membentuk daerah konvergensi (pertemuan angin) dan konfluensi yang memanjang di perairan utara Maluku Utara. Kondisi ini diperparah oleh kemunculan sirkulasi siklonik di sejumlah wilayah, seperti perairan Timur Laut Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Lampung, Selat Makassar, dan Laut Seram.
“Terbentuk di perairan Timur Laut Aceh, Samudra Hindia Barat Daya Lampung, Selat Makassar, dan Laut Seram. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi memanjang di perairan barat laut Aceh, Aceh, Sulawesi Barat, Maluku, Laut Maluku, Laut Banda, dan di wilayah di sekitarnya,” jelasnya.
Selain itu, daerah konvergensi lain juga terdeteksi memanjang di berbagai kawasan strategis, mulai dari Selat Malaka hingga Sumatra Utara, dari Riau hingga Sumatra Barat, dari Sumatra Selatan hingga Riau, hingga dari Banten sampai Selat Sunda. Pola serupa juga terpantau di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi, Maluku Utara, hingga Papua.
Kombinasi kompleks dinamika atmosfer ini dinilai meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan. BMKG mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, dan Maluku.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa bagian barat, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua,” ujar Sufia.
Di tingkat kota besar, hujan petir diprakirakan terjadi di Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung. Hujan sedang berpotensi mengguyur Padang dan Tanjung Selor, sementara hujan ringan diprediksi terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Pangkalpinang, Bengkulu, Serang, Semarang, Pontianak, Samarinda, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Adapun kondisi berawan diprakirakan terjadi di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
“Untuk wilayah timur Indonesia, hujan sedang diprakirakan terjadi di Mamuju dan Kendari. Sementara hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke, dengan Kupang diprakirakan berawan,” pungkas Sufia
Terpopuler
1
P2G Soroti PHK Massal Guru akibat Pemangkasan Transfer Daerah untuk MBG
2
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
3
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
Siswa SD Meninggal Dunia Usai Tiru Tren Freestyle, KPAI Minta Industri Game Terapkan Kontrol Ketat Konten Berbahaya
6
PBNU Kutuk Keras Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Pati
Terkini
Lihat Semua