Buku “Gus Dur Ya PKB” Dibedah di Kantor PWNU Jatim
NU Online · Sabtu, 5 April 2014 | 20:30 WIB
Surabaya, NU Online
Buku 'Gus Dur Ya PKB, PKB Ya Gus Dur' dibedah di ruang salsabila kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu (5/4). Buku ini mengungkap fakta tersembunyi yang selama ini tak diketahui publik terkait polemik antara KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dangan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.<>
Buku ini berisi testimoni dari orang terdekat Gus Dur. Mereka adalah Much Munib Huda (asisten pribadi Gus Dur), Sulaiman (asisten pribadi Gus Dur 2001-akhir), Bambang Susanto (wartawan yang sering diminta mengkoordinir konferensi pers Gus Dur), dan Gus Yusuf (Pengasuh Pesantren Tegalrejo Magelang).
Dikatakan 'orang terdekat' karena semasa hidup hingga akhir hayat Gus Dur, merekalah, terutama dua nama yang pertama (Much Munib Huda dan Sulaiman), yang selalu setia mendampingi. Termasuk ketika terjadi konflik terbuka antara Gus Dur dan Muhaimin terkait PKB. Tentu, mereka pula yang paling tahu tentang sikap dan keseharian Gus Dur.
"Kalau ingin tahu tentang (sikap politik) Gus Dur, ya tanya kepada orang terdekatnya," kata Imam Nahrawi, Sekjen DPP PKB. "Kalau (ke) saya mungkin (jawabannya) dianggap subyektif," imbuhnya.
Sementara itu Sulaiman mengungkapkan, bahwa Gus Dur dalam beberapa kesempatan terutama di forum-forum internasional sering menyampaikan tentang cita-citanya membesarkan PKB serta menjadi partai modern dan kuat.
"Saya ikut mendirikan PKB. Sampai kapanpun saya tidak akan pergi dari PKB maupun membikin partai baru," kata Sulaiman, menirukan pernyataan Gus Dur saat membantu kampanye Anwar Ibrahim di Malaysia.
Bambang Susanto menambahkan, hingga saat ini tidak ada kader PKB yang berkonflik dengan Gus Dur semasa hidupnya. Menurutnya, ada pihak-pihak berkepentingan yang sengaja mengembuskan isu seolah-olah Gus Dur dengan ketua umum PKB Muhaimin Iskandar bermusuhan.
"Jika ada konflik yang mempertentangkan antara Gus Dur dan PKB (Muhaimin Iskandar Cs), itu adalah buatan orang-orang yang berkepentingan," tandasnya.
Acara bedah buku ini selain menghadirkan Much Munib Huda, Sulaiman, dan Bambang Susanto, hadir pula dua orang sebagai pembanding, yaitu M Mas'ud Adnan (penulis tentang buku-buku Gus Dur), dan Imam Nahrawi (Sekjend DPP PKB).
Acara ini diprakarsai DKW Garda Bangsa dan DPW Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Jatim dengan dimoderatori Ka'bil Mubarok.
"Fakta sejarah harus diungkap agar kader muda NU tahu sejarah yang sebenarnya soal Gus Dur dan PKB. Ya buku ini jawabannya," kata ketua DPW Gemasaba Jatim, Salim Asyhuri saat memberikan sambutan. (Abdul Hadi JM/Anam)
Terpopuler
1
Kultum Ramadhan: Keutamaan 10 Malam Terakhir dan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar
2
Menurut Imam Ghazali, Lailatul Qadar Ramadhan 1447 H Akan Jatuh pada Malam Ke-25
3
Syed Muhammad Naquib al-Attas: Cendekiawan tanpa Telepon Genggam
4
Makna Keterpilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran
5
Lafal Doa Malam LaiLatul Qadar, Lengkap dengan Latin dan Terjemah
6
Cendekiawan Malaysia Syed Naquib Alatas Meninggal Dunia dalam Usia 94 Tahun
Terkini
Lihat Semua