DPR Tegaskan APBN 2026 Harus Berpihak pada Rakyat Meski Fiskal Terbatas
NU Online · Jumat, 15 Agustus 2025 | 16:45 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani saat menyampaikan pidato pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025). (Foto: tangkapan layar Youtube TVR Parlemen)
M Fathur Rohman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 harus benar-benar berpihak pada rakyat, meskipun kemampuan fiskal negara sedang terbatas.
Hal itu disampaikan Puan dalam pidato pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Menurut Puan, APBN bukan sekadar deretan angka dan tabel, melainkan mencerminkan keberpihakan negara terhadap kesejahteraan rakyat.
Dalam kondisi fiskal yang terbatas, pemerintah dinilai harus cermat menentukan prioritas belanja yang benar-benar menjawab kebutuhan mendasar masyarakat.
"APBN harus memihak pada rakyat, bukan sekadar memenuhi target makro. Di dalamnya ada nasib petani, nelayan, guru, tenaga kesehatan, dan keluarga miskin yang menunggu kehadiran negara," tegasnya.
Puan mengingatkan, keterbatasan fiskal bukan alasan untuk menunda pemenuhan hak rakyat. Justru, dalam situasi sulit, pemerintah perlu memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah, termasuk alokasi anggaran yang adil bagi daerah-daerah yang selama ini belum merasakan manfaat pembangunan secara optimal.
"Keadilan anggaran berarti memastikan setiap daerah mendapat porsi pembangunan yang setara. Jangan ada rakyat di daerah terpencil yang harus menunggu terlalu lama untuk merasakan layanan pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur dasar," ujarnya.
Puan juga menyampaikan optimisme bahwa Rancangan APBN (RAPBN) 2026 dapat menjadi sumber semangat nasional di tengah ketidakpastian global.
Ia berharap pembahasan antara DPR dan pemerintah dapat menghasilkan kebijakan fiskal yang tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga memperkuat daya tahan ekonomi rakyat.
"APBN adalah wujud nyata komitmen negara pada rakyatnya. Keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi penghalang bagi keadilan sosial dan kemakmuran bersama," pungkasnya.
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
BMKG Prediksi El Nino Berlangsung hingga Setahun, Wilayah Selatan Berpotensi Dilanda Kekeringan
Terkini
Lihat Semua