Nasional

Fatayat NU Tingkatkan Kapasitas Daiyah di Kawasan Transmigran

NU Online  ·  Selasa, 28 Agustus 2018 | 12:30 WIB

Yogyakarta, NU Online
Pengembangan dakwah Islam rahmatan lil alamin saat ini menjadi hal yang sangat penting untuk dikembangkan. Terlebih perempuan karena sebagai tulang punggung pertama dalam kelompok terkecil di masyarakat yaitu keluarga. Diharapkan mereka menjadi agent of change, setidaknya  bagi keluarganya.

Karenanya, Pimpinan Pusat Fatayat NU dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI ingin memastikan paham keagamaan yang ada di masyarakat tidak membahayakan dan berpotensi merusak sendi kebinnekaan. Maka digelarlah peningkatan kapasitas mental daiyah transmigran di berbagai daerah.

“Kegiatan ini pernah diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah dengan peserta daiyah transmigran dari Sulteng, Sulsel, Sultra dan Sulut,” kata Anisa Rahmawaty, Selasa (28/8). Kegiatan tersebut diselenggarakan 27-31 Juli, dilanjutkan daiyah transmigran di Ambon  pada 7-11 Agustus, dan hari ini 27 hingga 31 Agustus di Balai Besar Latihan Masyarakat atau BBLM Yogyakarta.

Menurut Anisa Rahmawaty, perempuan sebagai pendakwah (daiyah) juga memiliki peran penting. “Bukan hanya sebagai pihak yang melakukan transfer of knowledge pada masyarakat,  namun  telah meluas menjadi agents of change bagi pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak anak,” ungkapnya. Demikian juga dalam  persoalan radikalisme, daiyah  memiliki peran yang sangat strategis untuk melakukan gerakan deradikalisasi, lanjutnya. 

“Karenanya Fatayat NU merasa perlu berpartisipasi dalam deradikalisasi melalui peran perempuan, dengan meningkatkan kualitas daiyah dan penguatan materi dakwahnya,” jelas Ketua Bidang Dakwah PP Fatayat NU ini. 

Para daiyah Fatayat NU adalah mereka yang mempunyai basis jamaah di masing-masing tingkat kepengurusan, mulai dari tingkat pusat sampai tingkat ranting yang berbasis keluarahan ataudesa. “Dengan meningkatkan pengetahuan mereka terhadap radikalisme dan terorisme, kemungkinan anak-anak terpengaruh faham radikal akan lebih kecil,” ungkapnya. 

Acara dihadiri Dirjen PKTRans, Direktur PSB Trans, Kepala BBLM, Hj Anisa Rahmawaty, Ketua Forum Daiyah Fatayat NU, Dewi Ani dan Koordinator Bidang Dakwah Hj Miftahul Janah. Terlihat pula peserta pelatihan sebanyak dua puluh lima orang dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

Kegiatan dibuka Dirjen Muhamad Nurdin yang mengharapakan pelatihan dimanfaatkan peserta untuk terus menggali ilmu agar dapat dimanfaatkan di daerah transmigran dimana peserta tinggal. (Red: Ibnu Nawawi)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang