Film Foufo Angkat Kasih Sayang Keluarga dalam Balutan Budaya Madura
NU Online · Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:00 WIB
Pemutaran film di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026) malam. (Foto: NU Online/Risky)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Jakarta, NU Online
Film Foufo menghadirkan kisah yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Mengangkat latar budaya Madura, film ini menggambarkan hubungan hangat antaranggota keluarga yang saling memahami, baik antara anak dan orang tua maupun sebaliknya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Agama RI periode 2014–2019 Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri pemutaran film di Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026) malam.
"Semua anggota keluarga ingin membahagiakan ibunya untuk berhaji dengan menempuh segala cara. Tapi yang jauh lebih menarik adalah pengertian sang ibu. Ia rela mengikhlaskan untuk tidak berangkat haji karena tidak ingin menyusahkan anak-anaknya," kata Lukman.
Baca Juga
Nonton Film di Gedung Bioskop
Menurutnya, hubungan yang saling memahami menjadi kekuatan utama cerita. Anak-anak berupaya mewujudkan keinginan sang ibu, sementara sang ibu tidak ingin keinginannya menjadi beban bagi keluarga.
Nilai saling mengerti tersebut, lanjut Lukman, sangat dekat dengan realitas banyak keluarga di Indonesia.
Selain mengangkat kisah keluarga, Lukman menilai Foufo juga berhasil menyisipkan kritik sosial melalui dialog-dialog yang dikemas secara ringan dan jenaka. Salah satunya mengenai kesejahteraan guru.
"Misalnya soal gaji guru yang hanya Rp300 ribu. Lelucon seperti itu sangat menghibur, tetapi juga mengandung satir. Itu bentuk kritik sosial yang khas Madura," ujar anggota Gerakan Nurani Bangsa tersebut.
Karena itu, ia berpandangan Foufo tidak sekadar menjadi tontonan hiburan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan kembali makna keluarga, kepedulian, dan ketulusan.
Sementara itu, salah seorang pemeran Foufo, Inayah Wulandari, mengatakan keunikan film tersebut terletak pada keberaniannya mengangkat budaya Madura tanpa mengulang stereotip yang selama ini kerap muncul.
"Menurutku yang menarik dari film ini adalah konsepnya. Budaya Madura ditampilkan secara pop. Kita tidak menemukan stigma seperti logat yang selalu dianggap keras dan kasar. Yang ditampilkan justru bahasa Madura yang riil," katanya.
Ia juga mengaku suasana produksi terasa akrab karena sebagian besar pemain dan kru berasal dari Jawa Timur.
"Aktor dan krunya sebagian besar dari Jawa Timur. Jadi ketika datang ke lokasi syuting rasanya seperti pulang kampung karena banyak yang menggunakan bahasa Jawa," ujarnya.
Produser Foufo, Bayu Eko Moektito atau Bayu Skak, mengatakan proses kreatif film tersebut berangkat dari keinginan rumah produksi untuk keluar dari pola yang selama ini dianggap berhasil. Setelah sukses menggarap film bergenre horor komedi pada 2024, tim produksi mencoba menghadirkan karya dengan pendekatan berbeda melalui perpaduan budaya lokal, komedi, dan teknologi visual.
"Ini adalah upaya mencoba sesuatu yang baru sekaligus keluar dari zona nyaman. Kami tidak ingin terus membuat genre yang sama sehingga menghadirkan sesuatu yang berbeda," ujarnya.
Menurut Bayu, salah satu pembeda Foufo ialah penggunaan teknologi computer-generated imagery (CGI) yang dipadukan dengan cerita berlatar budaya Madura dan menggunakan bahasa Madura.
Meski demikian, ia menegaskan fondasi utama film tersebut tetap bertumpu pada riset budaya.
"Dari hasil riset kami, orang Madura selalu menempatkan orang tua sebagai prioritas. Setelah itu guru atau kiai, baru kemudian pemerintah. Nilai-nilai itulah yang kami jadikan dasar dalam membangun cerita film ini," tutur produser film Sekawan Limo tersebut.
Terpopuler
1
PBNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Muktamar Ke-35 NU, Unduh di Sini
2
Khutbah Jumat: Berpegang Teguh pada Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, Akidah Mayoritas Umat
3
Prediksi Cuaca 18-23 Juli 2026: Kemarau Kian Meluas, Hujan Masih Ada di Sejumlah Wilayah
4
11 Kecamatan Banyumas Rawan Kekeringan, Ansor Minta Penanganan Tak Hanya Distribusi Air Bersih
5
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini
6
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
Terkini
Lihat Semua